Pameran seni rupa kontemporer ARTJOG 2026 resmi ditutup di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta, pada Minggu (30/8/2026). Dalam penutupan tersebut, Direktur ARTJOG Heri Pemad menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf atas beragam kekurangan selama penyelenggaraan.
"ARTJOG tidak bakal menjadi lebih baik dan lebih kuat tanpa kritik. Mohon maaf atas semua kekurangan dan kesalahan kami selama penyelenggaraan," kata Heri Pemad dalam penutupan ARTJOG 2026.
ARTJOG 2026 mengusung tema "ARS LONGA: GENERATIO" dan menjadi babak awal dari payung tema kuratorial "Ars Longa Trilogia" nan dirancang kurator tamu Farah Wardani. Pameran berjalan sejak 19 Juni hingga 30 Agustus 2026.
Hingga sehari sebelum penutupan, ARTJOG 2026 mencatat sekitar 87 ribu pengunjung. Jumlah tersebut kemudian diperkirakan menembus lebih dari 100 ribu orang hingga pameran resmi berakhir.
Jumlah kunjungan menjadi salah satu bahan pertimbangan penyelenggaraan tahun ini. Sebelumnya, Heri menyebut jumlah visitor ARTJOG 2026 turun sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kritik publik selama penyelenggaraan turut menjadi bahan pertimbangan bagi ARTJOG. Heri mengatakan kritik dan obrolan nan terbangun sebagai corak kepedulian berbareng terhadap ekosistem seni.
"Prinsip utama kami adalah tetap mengupayakan ruang nan representatif bagi pemikiran para seniman, sekaligus menjaga keberlanjutan kerja para pelakunya," ujar Heri.
Memasuki usia ke-20 pada 2027, ARTJOG menyatakan bakal membenahi tata kelolanya sebagai festival. Pembenahan tersebut diarahkan untuk menciptakan ruang nan lebih matang, inklusif, kritis, dan berpihak pada ekosistem seni.
Heri menegaskan bahwa keberlanjutan ARTJOG juga berjuntai pada kepercayaan seniman dan kepedulian publik terhadap penyelenggaraannya.
"Sebab tanpa kepercayaan seniman dan kepedulian publik, ARTJOG bakal kehilangan maknanya," kata Heri.
51 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·