Ariana Grande Jadi Korban Hacker

Sedang Trending 59 menit yang lalu
Ariana Grande. Foto: Instagram/@givenchyofficial

Penyanyi pop Ariana Grande jadi korban hacker. Ia baru saja mengambil langkah norma terhadap sekelompok peretas nan belum diketahui identitasnya setelah beragam lagu nan belum dirilis, foto, hingga rekaman proses kreatifnya diduga bocor ke publik selama bertahun-tahun.

Berdasarkan arsip gugatan nan diajukan di Pengadilan Los Angeles pada Senin (27/7) waktu setempat, Grande menuding para pelaku menjalankan serangkaian tindakan peretasan dan penipuan digital untuk memperoleh akses terlarangan ke beragam akun milik orang-orang nan bekerja dengannya. Setelah mendapatkan akses tersebut, materi eksklusif milik sang penyanyi diduga diperjualbelikan dengan nilai nan besar.

Dalam materi gugatan, seperti dikutip dari Billboard, tim kuasa norma Grande menyebut tindakan para pelaku sebagai pencurian, penyebaran, dan pemanfaatan konten nan belum pernah dipublikasikan.

Diduga Menargetkan Rekan Kerja Ariana Grande

Alih-alih meretas akun Grande secara langsung, para pelaku disebut menyasar fotografer, produser musik, hingga teknisi nan mempunyai akses terhadap materi imajinatif penyanyi tersebut. Para peretas menggunakan beragam metode, termasuk skema phishing dan akses terlarangan ke perangkat digital, untuk memperoleh file-file sensitif. Setelah itu, lagu, foto, maupun video di kembali layar diduga dijual kepada pihak lain.

Penyanyi-penulis lagu AS Ariana Grande (kanan) dan sutradara video musik AS Christian Breslauer menerima penghargaan Video Terbaik Tahun Ini untuk lagu "Brighter Days Ahead" di atas panggung selama MTV Video Music Awards, Minggu (7/9/2025). Foto: Angela Weiss/AFP

Karena identitas pelaku tetap belum diketahui, gugatan tersebut diajukan terhadap sejumlah tergugat anonim alias John Does. Melalui proses norma ini, Grande berambisi pengadilan dapat membantu mengungkap identitas para pelaku sehingga mereka dapat dimintai pertanggungjawaban.

Kuasa norma Grande juga menegaskan bahwa gugatan tersebut bermaksud memberikan pengaruh jera agar praktik serupa tidak kembali menimpa kliennya maupun pelaku industri musik lainnya.

Kebocoran Terjadi Selama Bertahun-tahun

Dalam arsip tersebut dijelaskan bahwa kebocoran materi milik Ariana Grande telah terjadi sejak awal pekerjaan musiknya pada 2011. Salah satu kejadian nan disorot terjadi pada 2019, ketika akun Dropbox milik seorang ahli foto nan pernah bekerja dengan Grande diduga sukses diretas. Akses tersebut disebut membuka jalan bagi pelaku untuk memperoleh beragam materi eksklusif.

Setahun kemudian, peretas diduga kembali sukses masuk ke perangkat seluler seorang produser nan pernah bekerja-sama dengan Grande. Dari sana, mereka disebut memperoleh rekaman master, demo lagu nan belum dirilis, hingga pengarsipan proses rekaman.

Kasus tersebut terus berlanjut. Pada 2023 saja, gugatan menyebut sebanyak 45 lagu nan belum dirilis sukses diakses dan kemudian bocor ke publik.

Diduga Menyamar sebagai Fotografer

Tidak berakhir pada materi musik, gugatan juga mengungkap dugaan tindakan penyamaran nan terjadi pada 2024. Para pelaku disebut membikin akun Gmail dan nama domain nan menyerupai identitas seorang ahli foto nan pernah bekerja sama dengan Grande.

Identitas tiruan tersebut kemudian digunakan untuk meyakinkan seorang teknisi digital agar mengirimkan foto-foto eksklusif milik sang penyanyi.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan