Arab Panas Lagi, Saudi Diserang Drone

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Arab Saudi mencegat tiga buah pesawat tanpa awak (drone) nan memasuki wilayah teritorialnya, Minggu, dari Irak. Mengutip laporan Reuters pada Senin (18/05/2026), kejadian keamanan serius ini terjadi di tengah rapuhnya kondisi geopolitik di area Timur Tengah.

Otoritas pertahanan nasional langsung merilis pernyataan resmi. Kerajaan menegaskan siap untuk mengambil tindakan tegas demi melindungi perbatasan negara.

"Kementerian bakal mengambil tindakan operasional nan diperlukan untuk merespons setiap upaya nan melanggar kedaulatan dan keamanannya," bunyi pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Arab Saudi.

Serangan drone tersebut terjadi di tengah labilnya gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Sebelumnya Jumat, Arab Saudi dan Kuwait dilaporkan telah meluncurkan serangan udara rahasia ke wilayah Irak untuk menyasar golongan paramiliter nan didukung oleh Iran.

Langkah militer nan dilakukan secara sembunyi-sembunyi ini disebut-sebut sebagai corak mosi tidak percaya terhadap efektivitas payung keamanan AS di area Timur Tengah. 

Mengutip laporan dari Reuters, serangan ini terjadi Rabu, di mana operasi disebut sebagai "respons independen terhadap ancaman nan masuk ke wilayah kedaulatan negara-negara Teluk" di tengah memudarnya kepercayaan mereka pada agunan perlindungan militer Washington.

Sementara itu, sebuah kejadian kebakaran nan dipicu oleh serangan drone juga dilaporkan terjadi di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakah di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Mengutip laporan instansi buletin Anadolu, otoritas resmi Emirat mengonfirmasi kejadian tersebut pada Minggu.

Pihak berkuasa setempat langsung memberikan penjelasan resmi mengenai titik letak kebakaran nan sempat memicu kepanikan tersebut melalui saluran komunikasi digital mereka. Pemerintah setempat juga langsung memberikan pembaruan mengenai kondisi para pekerja dan situasi keamanan radiasi di sekitar letak pembangkit pascaserangan.

"Otoritas di Abu Dhabi menanggapi kejadian kebakaran nan pecah di sebuah generator listrik di luar perimeter dalam Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Barakah di Wilayah Al Dhafra, nan disebabkan oleh serangan drone," kata Kantor Media UEA di platform media sosial AS, X.

"Tidak ada korban luka nan dilaporkan, dan tidak ada akibat pada tingkat keselamatan radiologis," tambah instansi tersebut.

Ketegangan regional di Timur Tengah terpantau terus melonjak tajam dalam beberapa bulan terakhir. Situasi memanas sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel meluncurkan serangan terhadap Iran pada Februari lalu.

Teheran kemudian membalas dengan serangan nan menargetkan Israel serta sekutu-sekutu AS di Teluk, termasuk Arab Saudi dan UEA, berbarengan dengan penutupan Selat Hormuz. Gencatan senjata sebenarnya sempat diberlakukan pada 8 April lampau melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad kandas menghasilkan kesepakatan nan langgeng.

Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tersebut tanpa pemisah waktu. Kemarin, Trump kembali menakut-nakuti Iran, menyebut deal alias rata dengan tanah.

(tps/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News