Ilustrasi.(Magnific)
RAKSASA teknologi Apple berencana meningkatkan nilai produk-produknya dalam waktu dekat. Langkah ini diambil menyusul lonjakan biaya komponen cip memori nan digunakan pada perangkat mereka.
CEO Apple nan bakal segera mengakhiri masa jabatannya, Tim Cook, mengungkapkan kepada The Wall Street Journal (WSJ) bahwa kenaikan nilai tersebut sekarang menjadi perihal nan tidak terhindarkan. Cook menyebut situasi biaya produksi saat ini sudah berada pada titik nan tidak berkelanjutan.
Meski demikian, Cook belum merinci kapan penyesuaian nilai tersebut bakal mulai diberlakukan alias model produk mana saja nan bakal terdampak secara langsung. Ketidakpastian ini juga menyelimuti peluncuran iPhone 18 nan dijadwalkan rilis pada September mendatang.
Dampak Booming AI dan Krisis Global
Cip memori merupakan komponen vital dalam perangkat pandai seperti ponsel. Namun, pesatnya perkembangan kepintaran buatan (AI) dalam beberapa bulan terakhir memicu lonjakan permintaan nan drastis, sehingga mengerek nilai komponen tersebut di pasar global.
"Kami berupaya semaksimal mungkin untuk memitigasi kenaikan biaya besar-besaran nan dibebankan kepada kami dan kami mencoba melindungi pengguna dari akibat tersebut. Namun, situasinya sekarang sudah tidak berkelanjutan," ujar Cook sebagaimana dikutip dari WSJ, Kamis (18/6/2026).
Cook menjelaskan bahwa saat ini terjadi ketimpangan antara pasokan dan permintaan. Di satu sisi, konsumen menginginkan perangkat baru. Namun di sisi lain, produsen memori meningkatkan nilai secara signifikan lantaran keterbatasan stok.
Catatan Redaksi: Harga RAM, nan biasanya merupakan salah satu komponen komputer termurah, dilaporkan melonjak lebih dari dua kali lipat sejak Oktober 2025.
Faktor Geopolitik dan Transisi Kepemimpinan
Selain permintaan AI, aspek geopolitik turut memperburuk keadaan. Konflik nan terjadi di Iran mengganggu pasokan helium global, gas nan sangat krusial dalam proses pembuatan semikonduktor. Hal ini menambah beban biaya produksi cip komputer secara keseluruhan.
Kabar rencana kenaikan nilai ini muncul di tengah masa transisi kepemimpinan di Apple. Tim Cook dijadwalkan bakal digantikan oleh John Ternus sebagai CEO Apple pada September mendatang, setelah 15 tahun memimpin perusahaan tersebut.
Sejauh ini, Apple menunjukkan performa penjualan nan kuat. Penjualan perangkat Apple tumbuh 17% pada kuartal pertama tahun 2026 dibandingkan periode nan sama tahun lalu, didorong oleh permintaan tinggi di pasar Tiongkok. Sebelumnya, Apple juga telah meningkatkan nilai komputer kompak Mac Mini sekitar US$200 pada awal tahun ini.
"Kami sangat memerlukan nilai dan pasokan memori kembali ke tingkat nan wajar untuk produk konsumen. Itulah intinya," pungkas Cook. (BBC/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·