Apindo soal PHK: Yang Harus Disorot Adalah Pemicunya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 nan Harus Disorot Adalah Pemicunya ilustrasi(Antara)

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azam menilai rumor gelombang ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) nan semakin banyak bermunculan kudu dilihat akar masalahnya. Ia mencontohkan soal ancaman PHK akibat kenaikan nilai gas industri.

“Ini sudah bertahun-tahun rumor gas industri. Jadi mungkin persoalannya bukan masalah harganya tetapi supply-nya. Memang sekarang kan kita lagi menghadapi persoalan supply. Bukan hanya gas, listrik, dan sebagainya. Pengadaan daya kita lagi problem lantaran perang Iran-Amerika. Jadi nan di-expose bukan PHK-nya tapi problemnya apa. Itu nan kita kudu tanggulangi,” kata Bob Azam saat dihubungi, Rabu (24/6).

Setiap sektor, lanjutnya, menghadapi tantangan bermacam-macam. Namun rumor latennya, kata Bob, adalah daya saing alias competitiveness nan terus menurun.

“Karena kenaikan bayaran di atas produktivitas, kemudian gonta-ganti kebijakan. Ditambah lagi sekarang problem energi. Ini kudu kita perbaiki secara konsisten, bukan sifatnya reaktif. Kelihatan kita kayak reaktif. Nanti larinya ke politis,” tutur Bob.

Pihaknya mendorong agar pemerintah memperbaiki problem-problem struktural. Misalnya logistik nan tidak efisien sehingga menimbulkan masalah bottleneck.

“Kemudian ekonomi biaya tinggi, masalah restitusi bagi industri manufaktur terutama nan ekspor itu krusial banget lantaran itu mempengaruhi cashflow-nya mereka. Terus juga kesulitan bahan baku. Itu mestinya lebih cepat, bisa dipermudah. Selebihnya kan isu-isu global, logistic containers tidak balance,” papar Bob.

“Jadi rumor bukan di PHK-nya. Kita kudu perbaiki. Kan kita sudah ada tim debottlenecking. Jadi menurut saya kita tangani, lah, penyebabnya,” imbuhnya.

Di sisi lain, Apindo tetap menyiapkan tindakan preventif untuk mencegah PHK. “Kita sudah punya 12 langkah upaya untuk menghindari PHK. Itu nan kita sosialisasikan ke perusahaan-perusahaan agar dijalankan. Termasuk di antaranya merumahkan, mengurangi shift, mengurangi overtime,” pungkas Bob Azam. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia