Apindo soal Lapangan Kerja: Yang Antre Ribuan tapi Pekerjaan Terbatas

Sedang Trending 8 bulan yang lalu

 nan Antre Ribuan tapi Pekerjaan Terbatas

Apindo soal Lapangan Kerja: nan Antre Ribuan tapi Pekerjaan Terbatas (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mewanti-wanti tantangan utama soal kesiapan lapangan kerja. Sebab, selama ini nan jadi masalah adalah keterbatasan pekerjaan di tengah masifnya angkatan kerja lulusan pendidikan lintas tingkatan. 

"Tidak mudah mendapatkan pekerjaan hari-hari ini. Kalau kita buka bursa pekerjaan, itu nan ngantri ribuan untuk pekerjaan nan jumlahnya sangat terbatas," kata Shinta dalam obrolan berjudul Economic Insight 2026: Unlocking Indonesia's Hidden Engine of Growth, nan digelar di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Pekerjaan di Sektor Informal

Menurut Shinta, saat ini pekerjaan di sektor informal mendominasi dibandingkan sektor formal. Jumlah lapangan kerja di sektor informal tembus lebih dari 50 persen. Karakteristik pekerjaan informal mesti dipandang sebagai sebuah rumor ekonomi bagi pemerintah. 

"Yang perlu dikhawatirkan ini adalah sektor informal, lantaran mereka tidak mendapatkan, pendapatan nan konsisten," ujar Shinta.

Lantas, kata dia, konsentrasi angkatan kerja nan banyak ke sektor informal tertuju pula ke upaya UMKM. Beralihnya pencari kerja menjadi pelaku upaya menjadi kondisi nan sah saja. Tapi, gimana upaya mereka bisa memperkuat dan berkembang, itu menjadi soal lain nan mesti diperhatikan pemangku kepentingan.

Shinta juga bilang soal suasana investasi untuk menggenjot lapangan pekerjaan juga terbatas. Ini dipengaruhi oleh era digitalisasi dan otomasi, sehingga penyerapan tenaga kerja di ranah industri ikut menurun dari waktu ke waktu.

"Jadi kita jika lihat investasi nan masuk, sudah lebih banyak ke nan namanya capital intensive, tidak ada lagi di labor intensive, gitu. Jadi ini shifting penyerapannya nan turun nyaris seperempat 10 tahun terakhir, ini jelas menjadi perhatian," kata Shinta.

Meski begitu, Shinta tidak menihilkan upaya pemerintah memacu pembuatan lapangan kerja melalui program magang. Baginya, antusiasme tinggi para lulusan perguruan tinggi mencerminkan gimana kelangkaan lapangan kerja.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑