Api di Putri Cempo masih Sulit Dipadamkan, Wali Kota Solo Tambah Water Bombing

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Api di Putri Cempo tetap Sulit Dipadamkan, Wali Kota Solo Tambah Water Bombing Helikopter tetap terus menjatuhkan kantong air alias water bombing ke titik api TPA Putri Cempo.(MI/Widjajadi)

WALI Kota Solo Respati Ardi meminta support Lanud Adi Soemarmo untuk ikut membantu upaya percepatan pemadaman kebakaran TPA Putri Cempo, Mojosongo. Hingga hari ketiga penanganan tanggap darurat, api tetap berkobar di sejumlah titik, dan belum bisa dikuasai sepenuhnya.

Sejak hari pertama api melalap gunungan sampah Blok D pada Jumat petang (3/9), hingga kemudian melebar ke blok B dan C. Pemadaman pun telah dilakukan melalui beragam cara, termasuk metode water bombing dengan menggunakan helikopter milik Polda DI Yogyakarta.

"Kita dalam penyelenggaraan tanggap darurat dua minggu ke depan bakal terus menggupayakan banyak cara. Kemarin sudah dimulai water bombing, dan hari ini saya koordinasi dengan Danlanud Adi Soemarmo, Marsma TNI Henri Ahmad Badawi, untuk memperkuat water bombing," kata Respati di sela-sela pemantauan kobaran api Putri Cempo nan belum bisa dikuasai sepenuhnya, Sabtu (5/9).

Turut datang dalam koordinasi tersebut Sekretaris Daerah Kota Surakarta Budi Murtono, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta Herwin Tri Nugroho, serta Kepala Pelaksana BPBD Kota Surakarta Ari Dwi Daryatmo, dan juga Damkar Kota Solo.

Ia menegaskan, penanganan kebakaran terus dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan beragam unsur, mulai dari TNI-Polri, pemadam kebakaran, relawan, pemerintah daerah, hingga support dari wilayah lain.

Bersamaan dengan gelar tanggap darurat, Wali Kota Respati juga telah berkoordinasi dengan BNPB. "Hari ini, TNI Angkatan Udara dan Lanud Adi Soemarmo diikutkan memperkuat upaya pemadaman," lanjut Respati.

Sejauh ini, pemantauan menggunakan geotermal dari udara sejak Jumat (4/9) malam, mengindikasikan bahwa api tetap menjadi menyebar di timbunan sampah. Karena itu pemadaman menggunakan water bombing dengan sistem Bambi Bucket kudu diperkuat alias ditambah.

"Kita secepatnya kudu bisa menyelesaikan,” lugas Respati.

Ia juga tidak menginginkan upaya pemadaman berlarut-larut, lantaran bakal memberikan akibat nan tidak baik bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat area Putri Cempo.

Pemkot Solo juga telah bersurat kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk meminta support penyelenggaraan modifikasi cuaca, alias hujan buatan.

Sedang Danlanud Adi Soemarmo, Marsma TNI Henri Ahmad Badawi, mengatakan koordinasi lintas unsur terus dilakukan untuk memperkuat penanganan kebakaran.  

"Pemadaman kudu dilakukan secara sigap agar zonasi kebakaran tidak semakin meluas," tukas dia menanggapi permintaan Wali Kota Respati.

Ia membeberkan, koordinasi juga dilakukan dengan satuan samping maupun satuan atas, termasuk TNI Angkatan Darat, untuk mengupayakan tambahan support berupa helikopter water bombing dengan sistem Bambi Bucket.

Harapan semua pihak, bahwa support penguatan kudu segera dilaksanakan di lapangan, mengingat zonasi nan terbakar cukup luas, sehingga kudu dilakukan beragam upaya efektif pemadaman.

Selain pemadaman lewat udara, tim campuran juga terus mengerahkan  armada damkar support 6 BPBD Solo Raya untuk menangani titik api di area B.

Pada saat sama, Pemkot Solo memastikan kondisi penduduk tetap menjadi perhatian selama proses penanganan berlangsung. Terutama akibat kesehatan ditangani secara serius, serta menyiapkan posko untuk pemindahan jika situasi tetap rentan. (WJ/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia