Apa Saja Vaksin untuk Umroh? Panduan Lengkap Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Apa Saja Vaksin untuk Umroh? Panduan Lengkap Sebelum Berangkat ke Tanah Suci Vaksin Wajib untuk Umroh.(Dok. Hello Sehat)

Persiapan umroh tidak hanya soal arsip perjalanan dan manasik. Ada satu aspek nan sering diurus mendekati hari keberangkatan dan berisiko terlewat ialah vaksinasi.

Pemerintah Arab Saudi mewajibkan jemaah dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, untuk memenuhi persyaratan vaksinasi tertentu sebelum memasuki wilayahnya. Memahami vaksin apa saja nan dibutuhkan, kapan kudu diberikan, dan di mana mendapatkannya adalah bagian krusial dari persiapan nan matang.

Mengapa Vaksinasi Diwajibkan untuk Umroh?

Jutaan jemaah dari beragam negara berkumpul di satu tempat dalam waktu berbarengan saat musim umroh. Kerumunan padat di Masjidil Haram, saat tawaf, sai, dan beragam rangkaian ibadah lainnya menciptakan kondisi nan sangat kondusif bagi penularan penyakit melalui udara dan kontak langsung.

Jemaah membawa profil imunologi nan berbeda-beda dari negara asal masing-masing. Untuk melindungi seluruh jemaah dan menekan akibat pandemi di lingkungan kerumunan besar, Pemerintah Arab Saudi menetapkan standar vaksinasi nan wajib dipenuhi sebagai syarat masuk.

Vaksin Wajib untuk Umroh

Berdasarkan Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI Nomor HK.02.02/A/1206/2025, ada dua vaksin nan diwajibkan bagi seluruh jemaah umroh asal Indonesia:

  • Vaksin Meningitis ACWY: Vaksin ini melindungi dari 4 serogrup kuman Neisseria meningitidis (A, C, W, dan Y) nan menjadi penyebab utama meningitis meningokokus. Vaksin kudu diberikan minimal 10 hingga 14 hari sebelum keberangkatan agar kekebalan terbentuk secara optimal. Bukti vaksinasi ini diterbitkan dalam corak eICV (Electronic International Certificate of Vaccination) nan terintegrasi dengan aplikasi Satu Sehat.
  • Vaksin Polio (IPV): Diwajibkan bagi jemaah asal Indonesia lantaran negara kita tetap termasuk dalam daftar pengawasan polio oleh otoritas kesehatan Arab Saudi. Vaksin ini juga idealnya diberikan berbarengan dengan meningitis, minimal 2 hingga 4 minggu sebelum keberangkatan.

Vaksin nan Dianjurkan (Tidak Wajib, tapi Disarankan)

Selain vaksin wajib, ada beberapa vaksin nan sangat dianjurkan oleh master dan otoritas kesehatan untuk meningkatkan perlindungan selama perjalanan umroh:

  • Vaksin Influenza: Sangat dianjurkan lantaran flu sangat mudah menyebar di kerumunan. Vaksin influenza tersedia setiap tahun lantaran strain virus nan beredar terus berubah. Sebaiknya diberikan minimal 2 minggu sebelum keberangkatan.
  • Vaksin Pneumonia (PCV/PPSV): Dianjurkan terutama untuk jemaah lansia di atas 65 tahun alias mereka dengan kondisi kesehatan tertentu seperti glukosuria alias penyakit jantung kronis, nan lebih rentan terhadap komplikasi pneumonia.
  • Vaksin Covid-19 (booster): Meski tidak lagi diwajibkan secara resmi, booster COVID-19 tetap dianjurkan mengingat kerumunan besar dan paparan dari beragam negara.
  • Vaksin Hepatitis A dan B: Dianjurkan untuk perlindungan tambahan, khususnya bagi nan belum pernah mendapat vaksin ini alias statusnya tidak jelas.

Tentang eICV: Sertifikat Vaksinasi Digital nan Wajib Dimiliki

Sejak Februari 2025, Arab Saudi telah sepenuhnya beranjak dari kitab kuning bentuk ke eICV alias Electronic International Certificate of Vaccination. Sertifikat digital ini adalah bukti resmi bahwa jemaah telah memenuhi persyaratan vaksinasi, dan terintegrasi dengan sistem Satu Sehat milik Kementerian Kesehatan Indonesia.

eICV diterbitkan otomatis setelah jemaah mendapat vaksinasi di akomodasi kesehatan nan terakreditasi. Tanpa eICV nan valid, jemaah bisa menghadapi hambatan saat pemeriksaan imigrasi di airport keberangkatan maupun saat masuk ke Arab Saudi.

Pastikan akun Satu Sehat sudah aktif dan terhubung dengan email nan sah sebelum datang ke klinik untuk vaksinasi, agar proses publikasi eICV melangkah lancar.

Mendapatkan Vaksin Umroh nan Lengkap

Vaksin umroh hanya bisa didapatkan di akomodasi kesehatan nan terakreditasi sebagai pusat vaksinasi internasional dan berkuasa menerbitkan eICV resmi. Pastikan klinik nan Anda pilih mempunyai kewenangan ini agar sertifikat nan diterbitkan diakui secara resmi.

Bumame adalah salah satu klinik nan terakreditasi untuk memberikan vaksinasi meningitis dan polio sekaligus menerbitkan eICV resmi nan terintegrasi dengan sistem Satu Sehat. Layanan tersedia di klinik Bumame di Jabodetabek maupun melalui home care untuk area Jadetabek.

Tips Mengatur Jadwal Vaksinasi

Jangan mengurus vaksinasi terlalu mendekati hari keberangkatan. Berikut pedoman waktu nan disarankan:

  • Lakukan vaksinasi meningitis dan polio minimal 2 hingga 4 minggu sebelum tanggal keberangkatan.
  • Vaksin influenza bisa diberikan berbarengan di kunjungan nan sama.
  • Pastikan akun Satu Sehat terverifikasi sebelum kunjungan vaksinasi agar eICV langsung bisa diterima.
  • Simpan sertifikat eICV di aplikasi Satu Sehat dan siapkan sebagai bagian dari arsip perjalanan.

Persiapan Vaksinasi nan Matang, Ibadah nan Lebih Tenang

Vaksinasi umroh bukan hambatan, melainkan bagian dari persiapan nan memastikan perjalanan ibadahmu melangkah lancar dari sisi kesehatan. Dengan vaksin nan komplit dan eICV nan valid, satu urusan krusial sudah bisa dicentang jauh sebelum hari keberangkatan.

Untuk info agenda vaksinasi, ketersediaan, dan publikasi eICV, Anda bisa Hubungi WhatsApp dan tim bakal membantu merencanakan persiapan vaksinasimu. (RO/Z-10)

Referensi
  • Kimia Farma. Sertifikat ICV untuk Jemaah Haji dan Umrah. labkimiafarma.co.id
  • Bumame. Vaksin Umroh: Jenis, Jadwal, Harga, dan e-ICV. bumame.com
  • Kementerian Kesehatan RI. Surat Edaran Nomor HK.02.02/A/1206/2025 tentang Pelaksanaan Imunisasi Bagi Jemaah Haji dan Umrah. kemkes.go.id
  • RS Bhakti Husada. Pentingnya Mengenal eICV untuk Perjalanan Ibadah Haji dan Umroh. rsbhaktihusada.ihc.id
  • Medizen Clinic. Vaksin Wajib Umroh 2025-2026: Panduan Lengkap Sebelum Berangkat ke Tanah Suci. medizen.co.id
Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia