Apa Itu Stem Cell yang Bisa Meredakan Penyakit Tulang?

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Launching Stem Cell di Rumah Sakit Brawijaya, Kamis (18/6/2026). Foto: Dok. Brawijaya

Moms, saat mempunyai anak, tubuh orang tua dituntut terus bergerak. Mulai dari menggendong balita, mengejar anak nan aktif berlari, hingga menemani mereka bermain di taman.

Namun, tak sedikit orang tua nan mulai mengeluhkan nyeri lutut, pinggang, alias punggung seiring bertambahnya usia. Keluhan ini sering dianggap sebagai perihal nan wajar. Padahal, jika dibiarkan, kondisi tersebut bisa mempengaruhi kualitas hidup dan membatasi aktivitas berbareng anak.

Menurut dr. Auliya Akbar, Sp.OT, menjaga kesehatan tulang dan sendi tidak bisa hanya mengandalkan satu jenis terapi. Gaya hidup tetap menjadi fondasi utama.

Osteoporosis Sering Muncul tanpa Disadari

Ilustrasi Osteoporosis. Foto: Shutterstock

Salah satu penyebab nyeri nan kerap dialami orang dewasa adalah osteoporosis alias penurunan kepadatan tulang. Kondisi ini membikin tulang lebih rentan sehingga lebih mudah patah dan menimbulkan rasa nyeri di beragam bagian tubuh.

Yang menjadi tantangan, rasa sakit akibat osteoporosis sering kali tidak muncul di satu titik tertentu.

"Pada osteoporosis, keluhannya bisa berupa nyeri di punggung, panggul, alias terasa sakit di seluruh badan sehingga sering susah menentukan sumber nyerinya," kata dr. Auliya saat launching stem cell Brawijaya Hospital, Kamis (18/6).

Karena itu, menjaga kesehatan tulang sebaiknya dilakukan sebelum keluhan semakin berat. Selain pola makan bergizi, asupan kalsium dan vitamin D, olahraga rutin, serta menjaga berat badan ideal tetap menjadi langkah utama nan dianjurkan.

Stem Cell Jadi Opsi Terapi Regeneratif di Era Modern

Selain perubahan style hidup, bumi medis sekarang juga terus mengembangkan beragam pilihan terapi untuk membantu proses pemulihan jaringan nan mengalami kerusakan.

Salah satunya adalah terapi regeneratif berbasis stem cell. Dalam bagian ortopedi, terapi ini diteliti untuk membantu merangsang proses perbaikan jaringan seperti tulang rawan, tendon, ligamen, hingga tulang.

dr. Auliya mengatakan, pendekatan ini diharapkan dapat bekerja berdampingan dengan terapi konvensional.

"Harapannya, dari luar kita berikan terapi sesuai kebutuhan pasien, sementara dari dalam proses regenerasi sel ikut distimulasi sehingga hasilnya bisa saling bersinergi," ujarnya.

Meski demikian, terapi regeneratif bukanlah solusi instan. Pemulihan pasien tetap kudu melalui pemeriksaan menyeluruh dan disesuaikan dengan kondisi medis masing-masing.

Orang Tua nan Sehat Lebih Siap Mendampingi Tumbuh Kembang Anak

Di kembali beragam pilihan terapi nan terus berkembang, satu perihal nan tidak berubah adalah pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Memiliki tulang dan sendi nan sehat bukan hanya tentang mengurangi rasa nyeri, tetapi juga agar orang tua tetap bisa datang dalam momen-momen sederhana berbareng anak, mulai dari bermain, berolahraga, hingga mendampingi mereka tumbuh besar.

Sebab, saat tubuh tetap kuat dan aktif, orang tua pun mempunyai lebih banyak kesempatan menikmati setiap fase perkembangan anak tanpa terbebani keterbatasan gerak.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan