Apa Itu Delulu? Asal Usul dan Contoh Penggunaannya

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Apa Itu Delulu – Halo, Grameds! Belakangan ini, istilah delulu semakin sering muncul di media sosial seperti TikTok, X (Twitter), Instagram, hingga beragam organisasi fans K-pop. 

Kata ini biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang nan mempunyai angan alias khayalan nan terasa berlebihan terhadap suatu situasi.

Meski terdengar seperti istilah baru, sebenarnya delulu sudah digunakan oleh organisasi fans sejak bertahun-tahun lampau sebelum akhirnya menjadi bahasa gaul nan terkenal di internet.

Lalu, apa sebenarnya makna dari istilah ini? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini, Grameds!

Apa Arti Delulu?

Delulu adalah corak pendek dari kata delusional, ialah istilah dalam bahasa Inggris nan berfaedah mengalami ilusi alias mempunyai kepercayaan nan nggak sesuai dengan kenyataan.

Namun, dalam bahasa gaul internet, delulu artinya seseorang nan terlalu berangan-angan alias terlalu percaya terhadap sesuatu nan belum tentu benar, biasanya berangkaian dengan hubungan asmara, idola, alias khayalan tertentu.

Sebagai contoh, seseorang nan percaya idolanya bakal menikah dengannya hanya lantaran pernah mendapat jawaban komentar di media sosial sering disebut sedang “delulu”.

Asal-Usul Istilah Delulu

Istilah ini pertama kali terkenal di kalangan fans K-pop sekitar awal tahun 2010-an. Saat itu, kata delulu digunakan untuk menyebut fans nan terlalu percaya mempunyai hubungan spesial dengan idolanya, padahal hubungan tersebut hanya sebatas khayalan.

Seiring berkembangnya media sosial, penggunaan kata delulu menjadi lebih luas. Kini istilah tersebut digunakan dalam beragam konteks, mulai dari percintaan, pekerjaan, pendidikan, hingga kehidupan sehari-hari.

Apa Bedanya Delulu dan Delusional?

Meski berasal dari kata nan sama, keduanya mempunyai makna nan berbeda.

Delulu Delusional
Bahasa gaul internet. Istilah dalam bumi ilmu jiwa dan medis.
Digunakan sebagai candaan alias ungkapan santai. Digunakan untuk menjelaskan kondisi klinis tertentu.
Umumnya berangkaian dengan khayalan alias angan nan berlebihan. Berkaitan dengan gangguan nan memerlukan penanganan profesional.

Grameds, krusial untuk membedakan kedua istilah ini agar nggak salah menggunakannya.

Ciri-Ciri Orang nan Disebut Delulu

Dalam percakapan sehari-hari, seseorang biasanya disebut delulu jika menunjukkan beberapa perihal berikut.

  • Terlalu percaya diri terhadap sesuatu nan belum tentu terjadi.
  • Membuat skenario sendiri tanpa bukti nan jelas.
  • Mudah berangan-angan tentang hubungan romantis.
  • Sering menganggap kebetulan sebagai pertanda khusus.
  • Terlalu percaya dengan angan nan sebenarnya tetap jauh dari kenyataan.

Contoh Penggunaan Kata Delulu

Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh penggunaan kata delulu.

  • “Dia senyum ke aku, jangan-jangan suka ya.” — “Wah, mulai delulu lagi nih.”
  • “Aku percaya suatu hari bakal ketemu idolaku.” — “Boleh berharap, asal jangan terlalu delulu.”
  • “Dia baru sekali chat, langsung mikir bakal jadian.” — “Delulu banget.”

Delulu dalam Dunia K-pop

Grameds, istilah delulu memang paling sering dikaitkan dengan bumi K-pop.

Contohnya ketika fans merasa idolanya memberikan perhatian unik hanya lantaran melakukan siaran langsung, membalas komentar, alias melambaikan tangan ke arah penonton saat konser.

Sebagian besar fans menggunakan istilah ini sebagai candaan dan menyadari bahwa hubungan tersebut hanyalah corak kekaguman terhadap idola.

Delulu di Media Sosial

Kini, kata delulu nggak hanya digunakan oleh fans K-pop.

Di media sosial, istilah ini sering dipakai untuk menggambarkan seseorang nan mempunyai ekspektasi tinggi terhadap beragam hal, misalnya:

  • berharap sigap mendapat pekerjaan impian,
  • membayangkan berjumpa artis favorit,
  • yakin bakal memenangkan undian,
  • atau membikin skenario romantis dengan seseorang nan baru dikenal.

Istilah Gaul nan Sering Berkaitan dengan Delulu

Selain delulu, ada beberapa istilah gaul lain nan sering muncul di media sosial.

Istilah Arti Singkat
Delulu Terlalu berangan-angan alias mempunyai ekspektasi berlebihan.
Clown Menyadari dirinya salah berharap.
Green Flag Seseorang nan mempunyai sifat positif dalam hubungan.
Red Flag Tanda adanya perilaku nan perlu diwaspadai.
Soft Launch Memperkenalkan hubungan secara perlahan di media sosial.
Main Character Merasa seperti tokoh utama dalam suatu situasi.

Tips Menggunakan Istilah Delulu dengan Bijak

Agar nggak menyinggung orang lain, Grameds bisa memperhatikan beberapa perihal berikut.

  • Gunakan dalam konteks bercanda.
  • Hindari memakai istilah ini untuk mengejek.
  • Jangan menyamakan delulu dengan kondisi kesehatan mental.
  • Pahami konteks sebelum menggunakannya.
  • Hormati emosi orang lain saat bercanda.

Fakta Menarik tentang Delulu

  • Berasal dari kata delusional.
  • Pertama kali terkenal di organisasi fans K-pop.
  • Kini menjadi bahasa gaul di beragam media sosial.
  • Sering digunakan dalam corak meme dan konten humor.
  • Memiliki makna nan berbeda dengan istilah psikologi.

Kesalahan nan Sering Terjadi Saat Memahami Delulu

Grameds, berikut beberapa kesalahan nan sering terjadi saat memahami istilah delulu.

  • Menganggap delulu sama dengan gangguan psikologis. 

Padahal, dalam bahasa gaul internet, delulu biasanya digunakan secara santuy dan bercanda.

  • Menggunakan kata delulu untuk mengejek orang lain. 

Sebaiknya istilah ini digunakan dalam konteks nan ringan dan nggak menyinggung.

  • Nggak memahami konteks percakapan. 

Kata delulu di media sosial sering dipakai sebagai humor, bukan sebagai penilaian serius terhadap seseorang.

  • Menyamakan delulu dengan kondisi medis. 

Istilah ini berbeda dengan delusional dalam bumi psikologi.

  • Menggunakan delulu di situasi formal. 

Karena termasuk bahasa gaul, istilah ini lebih cocok dipakai dalam percakapan santuy alias media sosial.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Kata Delulu?

Grameds, agar penggunaannya tetap tepat, berikut beberapa situasi nan perlu diperhatikan.

Sebaiknya Digunakan Saat:

  • Percakapan santuy berbareng teman.
  • Membuat konten di media sosial.
  • Bercanda dalam konteks nan dipahami oleh semua orang.
  • Membahas tren alias istilah gaul di internet.

Sebaiknya Dihindari Saat:

  • Berada dalam situasi formal, seperti di sekolah alias tempat kerja.
  • Membahas kondisi kesehatan mental seseorang.
  • Digunakan untuk mengejek alias merendahkan orang lain.
  • Berkomunikasi dengan orang nan belum memahami makna istilah tersebut.

Perbedaan Delulu, Halu, dan Overthinking

Istilah Pengertian
Delulu Terlalu berambisi alias berangan-angan terhadap sesuatu nan belum tentu terjadi.
Halu Berimajinasi alias berfantasi secara umum, sering digunakan sebagai candaan.
Overthinking Terlalu banyak memikirkan suatu masalah alias kemungkinan nan belum tentu terjadi.

Tanda Seseorang Mulai Bersikap Delulu

Grameds, setiap orang tentu pernah berkhayal. Namun, dalam bahasa gaul, seseorang biasanya mulai disebut delulu ketika menunjukkan beberapa kebiasaan berikut.

  • Menganggap perhatian mini sebagai tanda rasa suka.
  • Membuat cerita sendiri berasas asumsi.
  • Terlalu percaya diri terhadap sesuatu nan belum terjadi.
  • Sulit menerima realita nan berbeda dari harapannya.
  • Sering membikin skenario romantis di dalam pikiran.

Apakah Delulu Sama dengan Optimis?

Sekilas, delulu dan optimis memang sama-sama berangkaian dengan harapan. Namun, keduanya mempunyai makna nan berbeda.

Delulu Optimis
Berharap tanpa dasar nan jelas. Berharap disertai upaya dan pertimbangan nan realistis.
Sering didasari imajinasi. Berdasarkan kepercayaan dan tindakan nyata.
Umumnya digunakan sebagai bahasa gaul. Sikap positif dalam menjalani kehidupan.

Apakah Delulu Hanya Digunakan oleh Penggemar K-pop?

Meskipun awalnya terkenal di organisasi K-pop, sekarang penggunaan kata delulu jauh lebih luas. Istilah ini juga sering digunakan oleh:

  • penggemar film,
  • penggemar serial,
  • pembaca novel,
  • komunitas anime,
  • hingga pengguna media sosial secara umum.

Dengan kata lain, siapa pun bisa menggunakan istilah delulu dalam percakapan santai.

Istilah nan Berlawanan dengan Delulu

Jika delulu menggambarkan seseorang nan terlalu banyak berkhayal, ada juga istilah nan menunjukkan sikap sebaliknya.

Beberapa di antaranya yaitu:

  • Realistis, ialah bisa memandang keadaan sesuai fakta.
  • Logis, ialah mengambil keputusan berasas argumen nan masuk akal.
  • Rasional, ialah lebih mengutamakan pemikiran dibanding asumsi.

Kesimpulan

Delulu artinya seseorang nan terlalu berangan-angan alias mempunyai ekspektasi berlebihan terhadap suatu hal, Grameds. 

Istilah ini berasal dari kata delusional, tetapi dalam bahasa gaul internet maknanya lebih ringan dan biasanya digunakan sebagai candaan.

Meski terkenal di media sosial dan organisasi K-pop, Grameds tetap perlu menggunakan istilah ini sesuai konteks.

Yang terpenting, jangan sampai mencampurkan penggunaannya sebagai bahasa gaul dengan istilah delusional dalam bumi psikologi, lantaran keduanya mempunyai makna nan berbeda.

Penulis: Yulian Dwi Nugroho

Rekomendasi Buku Terkait

Conversations on Love

Conversation on Love

button cek gramedia com

Setelah bertahun-tahun merasa bahwa cinta selalu berada di luar jangkauan, wartawan Natasha Lunn mencoba memahami gimana cinta bekerja dan berkembang sepanjang hidup. Dia menemui para penulis, terapis, tokoh budaya, dan master untuk mempelajari pengalaman mereka, mulai mendalami kompleksitas cinta, kemudian bertanya: Bagaimana kita menemukan cinta? Bagaimana kita mempertahankannya? Dan gimana kita bisa memperkuat ketika kehilangannya? Melalui perbincangan di kitab ini, Lunn mengeksplorasi bentang emosi nan luas: sensasi cinta baru, kekuatan persahabatan nan saling peduli, ketegaran nan dibutuhkan saat kehilangan, dan dinamika hubungan jangka panjang nan terus berkembang. Lunn menekankan bahwa cinta mencakup jauh lebih dari sekadar hubungan romantis. Dia menyoroti pentingnya cinta platonis, ikatan keluarga, dan cinta diri. 

The Let Them Theory

The Let Them Theory

button cek gramedia com

 Let Them; Dua Kata Sederhana nan Akan Mengubah Cara Anda Berpikir tentang Seluruh Hidupmu. Kalau Anda mengalami kesulitan untuk mencapai tujuan, alias untuk merasa bahagia, masalahnya tidak terletak pada dirimu. Masalahnya ada pada kekuasaan nan Anda berikan kepada orang lain. Di kitab ini, Anda bakal belajar sungguh dua kata—Let Them—bisa membebaskanmu. Bebas dari opini, drama, dan penilaian orang lain. Bebas dari lingkaran melelahkan untuk berupaya mengatur segala sesuatu dan semua orang di sekelilingmu. Ada langkah nan lebih baik untuk hidup. The Let Them Theory adalah metode terbukti nan bakal mengajarimu langkah melindungi waktu dan energi, serta berfokus pada apa nan betul-betul berfaedah bagimu. Kamu sudah menghabiskan terlalu banyak waktu mengejar persetujuan, mengatur kebahagiaan orang lain, dan membiarkan opini mereka menahan langkahmu. Pelajari langkah menyerahkan kekuasaan dan mulai menciptakan kehidupan tempat Anda menjadi nan utama—mimpimu, tujuanmu, kebahagiaanmu.

Men Are from Mars, Women Are from Venus

Men are from Mars Women are from Venus

button cek gramedia com

Dahulu kala, orang Mars berjumpa dengan orang Venus. Mereka jatuh cinta dan menjalin hubungan nan membahagiakan lantaran mereka saling menghormati dan menerima perbedaan-perbedaan mereka. Kemudian mereka tiba di Bumi dan mulai menderita amnesia. Mereka lupa bahwa mereka berasal dari planet nan berlainan. Dengan kiasan ini sebagai ilustrasi pertengkaran nan umum terjadi antara laki-laki dan wanita, Dr. John Gray menjelaskan argumen munculnya perbedaan antara kedua jenis kelamin itu nan mengganggu terciptanya hubungan cinta nan saling melengkapi. Berdasarkan keberhasilannya memberi pengarahan selama bertahun-tahun terhadap pasangan suami istri dan perorangan, dia memberi nasihat mengenai langkah mengatasi perbedaan dalam style berkomunikasi, kebutuhan emosional, dan perilaku untuk meningkatkan pemahaman nan lebih besar antara masing-masing pasangan.

Empowered ME (Mother Empowers): Ibu Berdaya Dimulai dari Diri Sendiri

Empowered ME

button cek gramedia com

Perempuan berkekuatan bisa diartikan sebagai wanita nan mempunyai kekuatan/kemampuan memilih alias mengambil keputusan untuk hidupnya sendiri. Setelah menjadi ibu, tidak sedikit wanita nan merasa kewalahan dengan adanya tambahan peran dalam hidupnya. Berbagai ekspektasi nan terbentuk di masyarakat dan datang setiap saat melalui media sosial kerap membikin ibu semakin susah memahami dirinya sendiri. Padahal pemahaman bakal diri sendiri, peran, dan tujuan adalah dasar dari kepercayaan diri dalam pengambilan keputusan. Ketika seorang ibu berdaya; merasa kuat, dan percaya diri bakal pilihan hidupnya, ini bakal menciptakan akibat positif bukan hanya bagi dirinya, tapi juga family dan masyarakat; termasuk para wanita di sekelilingnya. 

Artikulasi Rasa: Mencintai Kecantikan Diri Sepenuhnya

Artikulasi Rasa

button cek gramedia com

Dan tetap banyak lagi komentar dan tuntutan sosial nan mengharuskan kita tampil “cantik” berasas standar kecantikan nan ada. Kamu pernah mengalaminya? Padahal standar kecantikan itu hanyalah standar nan dibentuk oleh media massa, oleh media sosial. Sampai-sampai semua perspektif dan bagian tubuh kita kudu sama persis dengan standar tersebut, barulah kita bisa dibilang cantik. Padahal kita sebagai wanita tidak kudu mengikuti standar kecantikan nan dibentuk oleh media tersebut. Padahal kita sebagai wanita punya karakter unik dan karakter masing-masing. Kita hanya perlu mencintai kecantikan diri kita dengan sepenuhnya, menerima diri kita dengan sepenuhnya, dengan begitu kita bisa untuk bersinar.

Selengkapnya
Sumber Gramedia
Gramedia