Apa Hasil KTT BRICS di India? Ini Kata Xi Jinping-Putin hingga Prabowo

Sedang Trending 5 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden China Xi Jinping menyampaikan pesan tegas kepada negara-negara BRICS, termasuk Rusia dan Indonesia, untuk mendorong penyelesaian tenteram bentrok di Timur Tengah. Bahkan, Xi juga menegaskan kesiapan China memainkan peran lebih besar dalam menjaga stabilitas kawasan.

"Semua pihak mengenai kudu berpegang pada arah penyelesaian politik serta mendorong gencatan senjata nan permanen dan komprehensif. Kita kudu memprioritaskan penanganan akar permasalahan," ujar Xi dalam pidatonya pada KTT BRICS di New Delhi, akhir pekan seperti dikutip dari transkrip pemerintah China, Senin (14/9/2026).

Xi menilai bentrok di Timur Tengah dan area Teluk telah menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat dan tidak sejalan dengan kepentingan berbareng organisasi internasional. Ia pun menegaskan persoalan Palestina tetap menjadi inti masalah Timur Tengah dan mendorong penerapan solusi dua negara antara Israel dan Palestina.

"China bersedia bekerja sama dengan personil BRICS untuk memainkan peran semestinya dalam mewujudkan perdamaian dan ketenangan di Timur Tengah serta area Teluk," kata Xi, seperti dikutip Reuters.

Di sisi lain, Xi mendorong BRICS tidak hanya menjadi forum politik, tetapi juga memperkuat kerja sama ekonomi untuk meningkatkan pengaruh negara-negara berkembang alias Global South. Ia menyebut keberhasilan inisiatif "Greater BRICS" berjuntai pada fondasi kerja sama nan pragmatis, termasuk menjaga stabilitas rantai pasok, memperkuat pasar terintegrasi dan memperluas perdagangan serta investasi.

China apalagi bakal memimpin pembentukan Zona Sumber Terbuka AI BRICS nan mencakup kerja sama model bahasa besar (LLM), training dan ekosistem kepintaran buatan. Xi juga mengusulkan kemitraan Zona Ekonomi Khusus BRICS serta rencana China menjadi tuan rumah Forum Perdagangan Jasa BRICS pada 2027.

Pesan Xi mendapat konteks geopolitik kuat di tengah memanasnya area Teluk akibat bentrok Amerika Serikat (AS) dan Iran serta meningkatnya serangan Houthi nan didukung Iran terhadap Arab Saudi. China mempunyai kepentingan ekonomi besar di area lantaran menjadi mitra jual beli terbesar Iran sekaligus pembeli utama ekspor daya Teheran.

Sementara itu, dalam KTT tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan BRICS menjadi kekuatan pendorong bagi terbentuknya tatanan bumi nan lebih setara dan multipolar. Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi menegaskan faedah kerja sama BRICS semestinya bisa diakses lebih luas oleh Global South.

Presiden Prabowo sendiri membawa rumor ketahanan Indonesia menghadapi musibah dan perubahan iklim. Prabowo menekankan pentingnya menyatukan kebijakan pembangunan berkelanjutan, penanganan perubahan iklim, serta pengurangan akibat musibah dalam satu kerangka kebijakan.

Sejauh ini, KTT BRICS menghasilkan konsensus atas deklarasi berbareng nan didukung Iran dan Uni Emirat Arab (UEA) untuk menyikapi meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Secara terpisah, Presiden Iran Masoud Pezeshkian berjumpa Putra Mahkota Abu Dhabi untuk membahas deeskalasi, stabilitas, perdamaian, dan pembangunan kawasan.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News