Anugerah PROPER 2025 Sukses Digelar, Menteri LH Tekankan Hal Ini!

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Lingkungan Hidup/ Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/ BPLH) sukses menyelenggarakan Program Penilaian Kinerja Perusahaan (PROPER) 2025 sebagai corak apresiasi serta memotivasi pelaku upaya agar terus berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan.

Acara nan digagas sejak 1995 ini telah menetapkan kriteria dan penilaian nan ketat terhadap para peserta. Tercatat dari 5.497 peserta proper 2025, terpilih sebanyak 243 perusahaan terbaik, nan layak memperoleh ranking Hijau dan 39 ranking emas.

Menteri KLH/BPKH, Hanif Faisal Nurofiq menegaskan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi para pelaku dan pemimpin perusahaan nan sukses meraih hidayah lingkungan PROPER ini. Hal tersebut menjadi bukti bahwa banyak pelaku upaya nan sadar bakal pentingnya pengelolaan lingkungan.

"Kepada teman-teman perusahaan ketua perusahaan CEO nan hari ini pada predikat hijau, terima kasih. PROPER menjadi bagian dari compliance nan telah dilakukan berkontribusi serius di dalam rangka membangun banyak perihal mulai dari efisiensi sumber daya, kemudian pencegahan pencemaran dan banyak kegiatan-kegiatan nan bisa membangun ekonomi masyarakat secara langsung maupun tidak langsung," ungkap Hanif dalam aktivitas Anugerah Lingkungan PROPER 2025, di Taman Mini Indonesia Indah, dikutip Rabu (8/4/2026).

Terkait perihal tersebut lanjutnya, ke depan pemerintah bakal memilih dan turun langsung dalam pengawasan serta penegakan norma atas pengaturan dan pengelolaan lingkungan hidup. Karena itulah, imbuh dia, penyelenggaraan PROPER juga kudu ikut menyesuaikan ke arah kebijakan pemerintah.

Hanif menjelaskan sebagai Menteri Lingkungan Hidup dia mempunyai dua tugas. Tapi kemudian, dengan adanya BPLH, tugas Menteri Lingkungan Hidup bertambah, dalam perihal ini pengawasan dan penegakan norma penaatan pengelolaan lingkungan hidup sesuai Undang-Undang berlaku.

Oleh karena itu pemerintah bakal mengambil langkah tegas terhadap perusahaan nan belum memenuhi ketentuan pelestarian lingkungan. Hal ini termasuk penindakan pembekuan persetujuan lingkungan.

"Ini berarti apa? Bahwa pemerintah pusat bakal turun langsung melakukan pengawasan dan pengendalian, penegakan hukum, dan pengarahan teknis pada semua jejeran penyelenggaraan perlindungan lingkungan hidup," kata Hanif.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH/BPLH, Rasio Ridho Sani mengatakan Anugerah Lingkungan PROPER merupakan corak demokrasi. Program penilaian ranking keahlian perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup ini merupakan instrumen untuk mendorong ketaatan industri menjalankan peraturan mengenai lingkungan hidup.

Bahkan melampaui alim namalain beyond compliance. Tak hanya itu, sambungnya, PROPER juga instrumen KLH/ BPLH nan menggunakan pendekatan public disclosure (keterbukaan info publik).

"Jadi, PROPER juga merupakan corak kerakyatan di dalam perlindungan dan pengolahan hidup. Karena kita menyampaikan hasilnya kepada publik terhadap kinerja-kinerja nan Bapak-Ibu, para ketua perusahaan lakukan," kata Ridho.

"Hari ini PROPER menginjak tiga dekade, 30 tahun. Jadi ini merupakan program nan dilakukan oleh pemerintah nan terus konsisten dilakukan. Jadi hari ini kita melaksanakan pengumuman proper alias penggerak PROPER pada dasawarsa nan ketiga. Tidak banyak mungkin program-program nan secara konsisten terus dapat dilakukan oleh pemerintah," tambahnya.

Untuk diketahui, Penghargaan PROPER 2025 merupakan corak pengakuan atas upaya luar biasa dari perusahaan perusahaan, nan tidak hanya memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di lingkungan hidup. Tetapi juga bisa melampaui standar tersebut melalui beragam penemuan dan praktik terbaik nan berkelanjutan.

Selain perusahaan, sejumlah pemimpin perusahaan juga meraih Green Leadership dalam Anugerah Lingkungan Proper tahun 2025. Anugerah ini diberikan kepada pemimpin perusahaan alias CEO nan menunjukkan keahlian terbaik dalam tata kelola lingkungan dan sosial nan berkelanjutan.

Berikut Deretan CEO nan meraih Green Leadership PROPER:

1. Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PT PLN (Persero)

2. Simon Aloysius Mantiri, Direktur Utama PT Pertamina (Persero)

3. Aryo Djojohadikusumo, Presiden Direktur Arsari Tambang

4. Agus Priyatno, Direktur Utama PT Kaltim Methanol Industri

5. Maroef Sjamsoeddin, Direktur Utama MIND ID

6. Irwan Hidayat, Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)

7. Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN)

8. Shadiq Akasya, Direktur Utama Bio Farma

9. Garibaldi Thohir.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News