Antonio Guterres Dorong PBB Jadi Garda Terdepan Hadapi Masalah Global

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Antonio Guterres Dorong PBB Jadi Garda Terdepan Hadapi Masalah Global Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.(Xinhua/Xie E)

SEKRETARIS Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres bersiap mengakhiri masa baktinya pada akhir 2026 mendatang. Dalam pembukaan Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di Markas PBB, New York, Guterres menyampaikan pesan emosional mengenai harapannya bagi masa depan organisasi bumi tersebut.

Melalui unggahan di media sosial X, Guterres menyatakan bahwa Sidang ke-81 Majelis Umum ini merupakan kehadiran terakhirnya sebagai Sekretaris Jenderal. Ia menekankan pentingnya peran Majelis Umum sebagai forum utama dalam menghadapi tantangan dunia nan paling mendesak.

"Saya mempunyai angan nan besar bakal masa depan nan lebih baik, lebih sehat, dan lebih tenteram berkah usaha-usaha nan terjadi di sini," ujar Guterres, merujuk pada Majelis Umum sebagai tempat di mana masalah bumi nan paling berakibat dihadapkan secara langsung.

Agenda Utama dan Transisi Kepemimpinan

Guterres telah menjabat sebagai Sekjen PBB sejak 2017. Masa kedudukan keduanya nan berdurasi lima tahun dijadwalkan berhujung pada 31 Desember tahun ini. Seiring dengan mendekatnya akhir masa kedudukan tersebut, Sidang Majelis Umum kali ini mempunyai agenda krusial, ialah penyelesaian pemilihan Sekretaris Jenderal PBB nan baru.

Prosedur pemilihan telah dialihkan kepada Presiden Sidang ke-81 Majelis Umum PBB nan baru, Khalilur Rahman, nan merupakan Menteri Luar Negeri Bangladesh. Guterres secara definitif menyatakan dukungannya terhadap kepemimpinan Rahman dalam mengawal transisi ini.

Agenda/Detail Keterangan
Sesi Debat Umum 22–26 September & 28 September
Pidato Menlu Rusia (Sergey Lavrov) 26 September
Akhir Masa Jabatan Guterres 31 Desember 2026
Presiden Sidang ke-81 Khalilur Rahman (Bangladesh)

Tantangan Finansial dan Mekanisme Pemilihan

Masa sidang tahun ini berjalan di bawah bayang-bayang kesulitan finansial nan dialami PBB. Krisis likuiditas ini dipicu oleh keterlambatan pembayaran biaya keanggotaan oleh sejumlah negara anggota, nan berakibat pada operasional organisasi.

Terkait sistem pemilihan pemimpin baru, Dewan Keamanan PBB nantinya bakal menyampaikan calon pilihan mereka. Selanjutnya, Majelis Umum PBB bertanggung jawab untuk menetapkan calon tersebut secara resmi sebagai Sekretaris Jenderal PBB nan baru untuk periode mendatang.

Pertemuan tingkat tinggi ini bakal berjalan intensif selama sepekan. Selain rumor suksesi, beragam rumor geopolitik diperkirakan bakal mencuat, termasuk kehadiran Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov nan dijadwalkan menyampaikan pernyataan resminya pada 26 September mendatang. (Sputnik/Ant/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia