Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melakukan pemindahan dan pemindahan (translokasi) 3 perseorangan orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar).
Translokasi dilakukan untuk memastikan keselamatan satwa dari akibat puncak musim tandus dan potensi gangguan habitat.
Tim campuran nan terdiri dari BKSDA Kalimantan Barat, Balai Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) melangsungkan tindakan pengamanan di Desa Tanjung Pura, Kecamatan Muara Pawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga orangutan tersebut terdiri dari satu induk betina (Mamak Yuni, sekitar 18 tahun), satu anak jantan (Pura, 8-10 bulan), dan satu perseorangan remaja betina (Yuni, sekitar 8 tahun).
Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane menjelaskan pergerakan satwa menuju area sekitar pemukiman dan perkebunan penduduk terjadi akibat dinamika kondisi alam musim tandus di sekitar koridor habitatnya.
Untuk mengantisipasi potensi hubungan negatif serta memastikan kesehatan satwa tetap terjaga, BKSDA Kalbar mengambil tindakan preventif dengan memindahkan orangutan ke area konservasi nan jauh lebih aman.
"Langkah pemindahan ini merupakan corak komitmen penanganan sigap di lapangan. Kami memastikan satwa mendapatkan perlindungan optimal di kediaman alam nan luas, aman, dan mempunyai kesiapan pakan melimpah," kata Murlan dalam keterangan tertulis, Kamis (27/8).
Sebelum ditranslokasi, tim master hewan YIARI melangsungkan pemeriksaan medis secara menyeluruh di lokasi.
Hasil pemeriksaan menyatakan ketiga orangutan berada dalam kondisi sehat, mempunyai sifat liar nan alami, dan sangat siap untuk kembali hidup bebas di area konservasi.
Lalu pada Jumat malam (21/8) pukul 20.30 WIB, setelah menempuh perjalanan terpadu melalui jalur darat dan sungai, ketiga orangutan sukses dilepasliarkan di area Taman Nasional Gunung Palung (Sektor Batu Barat).
Selain tindakan di Ketapang, BKSDA Kalimantan Barat juga menindaklanjuti laporan penduduk Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, mengenai ditemukannya satu perseorangan orangutan nan melintas di sekitar perkebunan penduduk pada Kamis (20/8)
Petugas BKSDA Kalbar segera menerjunkan tim ke letak untuk melakukan verifikasi spasial serta memberikan pendampingan kepada pemilik kebun.
Saat ini, BKSDA Kalbar sedang menyiapkan rencana penanganan lanjutan secara terukur agar orangutan tersebut dapat dipindahkan ke area rimba terdekat.
"Kemenhut terus mengimbau masyarakat untuk menjaga ketenangan dan mengedepankan koordinasi serta pelaporan berkala melalui call center BKSDA setempat andaikan menemukan satwa liar nan melintas di sekitar lingkungan permukiman, demi menjaga keselamatan penduduk sekaligus kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia," ujarnya
(yoa/dal)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·