ANTAM Buka Suara Soal Penyebab Masyarakat Sulit Dapat Emas

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta -

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) buka bunyi soal keluhan masyarakat nan kesulitan mendapatkan emas fisik. Hal ini terjadi lantaran permintaan masyarakat atas emas nan tinggi dalam beberapa waktu ini.

Direktur Komersial ANTAM Handi Sutanto menjelaskan pasokan emas sempat tidak bisa menampung lonjakan tersebut. Hal ini terjadi lantaran ada aturan-aturan pertambangan nan kudu dipatuhi untuk mendapatkan hasil dari tambang.

"Nah, sekarang, kenapa sih susah dapat barangnya, ANTAM? Well, jawaban nan paling simple nan gue bisa share adalah demand itu naik ya. Kalau demand naik dari 1 menjadi 10 dalam sehari. Tambang kan nggak bisa gitu. Tambang kan ada terikat dengan ketentuan lingkungan, ketentuan produksi. Jadi kan nggak bisa lu pencet langsung," ujar Handi dalam aktivitas detikpagi, Jumat (10/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, pada beberapa waktu lalu, ANTAM banyak mengandalkan bahan bakunya dari impor. Namun saat ini, ANTAM telah menjalin kerja sama dengan tiga besar sejumlah penambang besar di Indonesia.

"Dan alhamdulillah jika per sekarang ini, kita udah dapat perjanjian dengan penambang-penambang besar. Lu sebut top 3 mining in Indonesia. Itu udah sama kita," kata Handi.

Tidak hanya itu, Handi juga menjelaskan bahwa pengedaran emas ANTAM tidak hanyadifokuskan pada butik bentuk saja, tetapi juga disalurkan melalui beragam kanal lain, termasuk marketplace dan mitra reseller resmi.

"Di social media bilang, wah, di butik abis. Tapi kemudian ada nih, banyak orang-orang itu lagi. Itu lagi dapat barang, dapat barang. Ya, mungkin saya melihatnya, berfaedah ANTAM juga punya PR ya, untuk mengedukasi masyarakat, transparan, menjelaskan, kita tuh memang ada kontrak, sama mitra-mitra kita sebagai reseller resmi. Nah, itu kita mesti penuhi full payment. Setiap bulan dia mesti dapet berapa kilo. Nah, makanya itu nan kita coba peratakan," papar Handi.

Di tengah tingginya minat masyarakat membeli emas, Handi mengingatkan untuk tidak membeli emas dengan nilai nan tinggi di atas nilai resmi. Biasanya nilai jual tinggi itu lantaran ada calo.

"Kalau kalian para konsumen, detikers ketemu nilai kayak gitu nggak usah beli, tinggalin. mendingan nggak usah beli, daripada lu kejebak di 30% markup, 20% markup, 10% markup, sabar lu mesti beli pada nilai nan benar," kata Handi.

"Harga resmi ANTAM bisa cek tiap hari tuh, di website. Kalau ketemu praktik percaloan kayak gitu, udah tinggalin lantaran kita mesti memerangi sama-sama," sambungnya.

(hrp/hal)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance