Anker meluncurkan chip THUS dengan teknologi compute-in-memory untuk on-device AI pada earbuds Liberty 5 Pro(MI/HO)
INDUSTRI elektronik konsumen sekarang memasuki babak baru dengan pergeseran konsentrasi dari cloud-based AI menuju on-device AI. Langkah revolusioner ini baru saja dipertegas oleh Anker Innovations nan memperkenalkan THUS, sebuah chip audio AI compute-in-memory berbasis jaringan saraf (neural network) pertama untuk perangkat audio konsumen. Teknologi ini menjanjikan pemrosesan info nan lebih cepat, irit daya, dan menjaga privasi pengguna lantaran seluruh komputasi dilakukan langsung di dalam perangkat.
Revolusi Arsitektur Chip: Mengakhiri Pemisahan Memori dan Prosesor
Dalam arena Anker Day 2026 berjudul "Where Ultimate Meets Possible" di New York, CEO Anker Innovations, Steven Yang, menjelaskan bahwa THUS hadir untuk mendobrak keterbatasan arsitektur chip konvensional. Selama ini, pemisahan antara unit memori dan prosesor menyebabkan inefisiensi lantaran info kudu beranjak bolak-balik secara terus-menerus.
Dengan teknologi compute-in-memory, THUS menempatkan komputasi langsung di letak model AI berada. Hal ini menghilangkan kebutuhan perpindahan info nan masif, sehingga konsumsi daya dapat ditekan secara signifikan—sebuah aspek krusial bagi perangkat mini seperti earbuds.
Implementasi pada soundcore Liberty 5 Pro Series
Chip THUS memulai debutnya pada lini earbuds premium terbaru, ialah soundcore Liberty 5 Pro dan Liberty 5 Pro Max. Anker menyatakan chip ini memberikan lonjakan performa nan drastis dibandingkan generasi sebelumnya.
| AI Compute Power | 150x lebih tinggi untuk environmental noise cancellation. |
| Clear Calls | Didukung 8 mikrofon MEMS dan 2 sensor bone conduction. |
| AI Note-Taker | Transkrip dan ringkasan rapat langsung di layar casing AMOLED 1,78 inci (khusus jenis Max). |
| On-Device Processing | Seluruh proses AI melangkah tanpa ketergantungan pada hubungan cloud. |
Ekosistem Smart Home dan Energi
Selain audio, Anker memperluas jangkauan AI-nya ke sektor keamanan dan daya rumah tangga:
- eufy EdgeAgent: Agen keamanan berbasis AI untuk ekosistem smart home nan lebih responsif.
- Anker SOLIX S2000: Power backup station berkapasitas 2kWh nan diklaim mempunyai durabilitas terbaik di kelasnya untuk kebutuhan daya persediaan rumah tangga.
Pros & Cons On-Device AI (Chip THUS):
- Pros: Privasi info lebih terjamin (data tidak dikirim ke cloud), latensi sangat rendah, dan efisiensi baterai nan jauh lebih baik.
- Cons: Biaya pengembangan hardware nan tinggi dan kompleksitas integrasi pada perangkat berukuran mikro.
Ketersediaan di Indonesia
Merayakan pencapaian 15 tahun ini, Anker Indonesia turut menghadirkan rangkaian kampanye spesial. Konsumen di tanah air dapat menikmati beragam promo bundling ekosistem pengisian daya, kejuaraan media sosial, hingga program bingkisan langsung di toko resmi Anker Indonesia sebagai bagian dari seremoni dunia Anker Day 2026.
Transformasi Anker dari produsen aksesori pengisian daya menjadi pionir AI hardware menunjukkan ambisi perusahaan untuk terus relevan di tengah persaingan teknologi dunia nan semakin ketat. (Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·