
USS Abraham Lincoln.
WASHINGTON - Pemerintahan Amerika Serikat (AS) mengakui adanya delapan upaya bunuh diri nan dilakukan oleh personel militernya selama masa penugasan kapal induk di Timur Tengah nan diperpanjang. Hal tersebut diungkapkan oleh seorang personil parlemen AS pada Rabu (23/9/2026).
Informasi tersebut terungkap dalam sebuah surat nan dikirim oleh Penjabat Menteri Angkatan Laut Hung Cao sebagai tanggapan atas pertanyaan dari Senator Partai Demokrat, Kirsten Gillibrand, mengenai kondisi di kapal USS Abraham Lincoln.
Laporan mengenai memburuknya kondisi kehidupan serta kesehatan mental di atas kapal induk tersebut—sejak pertama kali dikerahkan ke laut pada bulan November lalu—telah menjadi sorotan utama di Amerika Serikat dan memicu kritik terhadap keterlibatan militer AS dalam bentrok dengan Iran.
"Sejak awal penugasan Lincoln, tercatat total delapan upaya bunuh diri di seluruh gugus tempur tersebut," demikian bunyi surat dari Menteri Angkatan Laut, sebagaimana dilansir TRT. Hung Cao merupakan pejabat sipil tertinggi di matra tersebut.
"Tidak ada kasus bunuh diri nan sukses terjadi di atas kapal selama penugasan ini," tambah surat itu.
Surat tersebut memberikan rincian tambahan mengenai upaya bunuh diri nan terjadi. Disebutkan bahwa seorang pelaut nan ditugaskan di sayap udara "jatuh alias melompat ke laut dari kapal pada awal Agustus" dan segera diselamatkan oleh helikopter pencari dan penyelamat, sebelum akhirnya dibawa keluar dari kapal untuk perawatan lanjutan.
Pelaut lainnya "berupaya melompat ke laut pada bulan Maret, namun sukses dicegah oleh rekan-rekan sesama pelaut" dan langsung dipulangkan ke pangkalan induk.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·