Angin Kencang 29 Knot, Pesawat Lion Air JT849 Gagal Mendarat di Kupang

Sedang Trending 3 jam yang lalu
Angin Kencang 29 Knot, Pesawat Lion Air JT849 Gagal Mendarat di Kupang Ilustrasi(Antara)

CUACA ekstrem berupa angin kencang memaksa pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT849 rute Makassar-Kupang kandas mendarat di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (22/6). Pesawat jenis Boeing 738 tersebut terpaksa melakukan divert alias kembali ke airport asal demi menjamin keselamatan penumpang dan kru.

Insiden ini terjadi sekitar pukul 15.25 WITA. Berdasarkan laporan operasional, pilot tercatat sudah melakukan dua kali upaya pendaratan di landasan pacu Bandara El Tari. Namun, turbulensi dan kecepatan angin nan melampaui pemisah kondusif memaksa pilot membatalkan pendaratan dan memutuskan kembali ke Makassar pada pukul 15.54 WITA.

Data Teknis Cuaca Bandara El Tari (22/6):

Kecepatan Angin Maksimum 29 Knot
Arah Angin Timur - Tenggara
Status Peringatan Aerodrome Warning Aktif

Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenot’ek, mengonfirmasi bahwa kondisi atmosfer di wilayah Kupang saat ini memang tidak memungkinkan untuk aktivitas pendaratan pesawat pada jam tersebut. "Angin maksimumnya kencang sekali sampai 29 knot sehingga tidak bisa landing," ujar Sti kepada Media Indonesia.

Sti menjelaskan bahwa BMKG telah mengeluarkan Aerodrome Warning nan diteruskan kepada pihak Air Traffic Control (ATC) serta maskapai penerbangan melalui grup info resmi. Peringatan awal ini mencakup kondisi angin timur-tenggara dengan kecepatan rata-rata 18 knot dan hembusan (gust) mencapai 29 knot.

Waspada Dampak Angin Kencang di NTT

Selain Kota Kupang, BMKG memprediksi kondisi angin kencang ini bakal melanda sejumlah wilayah lain di NTT, termasuk Kabupaten Kupang, Rote Ndao, dan Sabu Raijua. Fenomena ini diperkirakan bakal berjalan hingga Rabu (24/6).

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak hanya terhadap gangguan transportasi udara, tetapi juga potensi musibah darat. "Kami meminta masyarakat waspada lantaran angin kencang tersebut bisa berpotensi menyebabkan kebakaran rimba dan lahan (karhutla)," pungkas Sti.

Data BMKG tervalidasi menunjukkan suhu di Kota Kupang berada pada kisaran 26 °C dengan kondisi cerah berawan, namun kecepatan angin tetap menjadi aspek akibat utama dalam operasional penerbangan di wilayah tersebut. (PO/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia