Anggota Komisi I DPR Fraksi Golkar, Nurul Arifin, mendukung langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menangani polemik video pernyataan Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais. Menurutnya, tindakan Komdigi menangani pernyataan Amien Rais tanpa menempuh jalur norma sudah tepat.
"Langkah Komdigi sudah tepat, ialah melakukan penindakan administratif sesuai kewenangan. Ini krusial untuk menjaga ruang publik digital kita tetap kondusif tanpa kudu langsung melakukan kriminalisasi," ujar Nurul dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).
Nurul menilai keputusan nan diambil oleh Menkomdigi Meutya Hafid sebagai corak menjaga suasana demokrasi. Ia mengingatkan kebebasan beranggapan kudu diiringi dengan tanggung jawab.
"Kebebasan beranggapan memang dijamin, tetapi setiap pernyataan terutama nan berkarakter individual dan sensitif kudu dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai berkembang menjadi tuduhan nan merugikan pihak lain," katanya.
Ia menekankan pernyataan politik semestinya berfokus pada substansi kebijakan dan kepentingan publik, bukan pada isu-isu individual nan tidak didukung oleh bukti nan jelas. Nurul mengimbau setiap orang bijak dalam menggunakan ruang digital.
"Diskursus politik kita kudu sehat dan berbasis data. Jika tidak, maka nan terjadi adalah degradasi kualitas kerakyatan lantaran ruang publik dipenuhi narasi nan tidak dapat diverifikasi," lanjut Nurul.
"Kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga kualitas demokrasi. Jangan sampai kebebasan nan kita miliki justru disalahgunakan untuk menyebarkan info nan belum tentu benar," tambahnya.
Sebelumnya, video pernyataan Amien Rais mengenai Presiden Prabowo Subianto dan Seskab Teddy Indra Wijaya viral sekarang telah lenyap dari kanal YouTube Amien Rais Official. Awalnya video tersebut beredar luas di beragam media sosial.
detikcom kemudian melakukan penelusuran terhadap video tersebut. Setelah ditelusuri, rupanya berasal dari akun YouTube Amien Rais Official.
Kemudian detikcom ingin mengunduh video tersebut, tetapi gagal. Ada keterangan nan menyebut video tersebut tidak lagi tersedia, lantaran adanya keberatan resmi nan disampaikan oleh pemerintah. Per pukul 13.51 WIB Sabtu (2/5), video tersebut sudah tak ada lagi di kanal YouTube Amien Rais Official.
Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmad angkat bicara mengenai hilangnya video tersebut. Ridho mengatakan video tersebut 'hilang' lantaran dibatasi lantaran adanya keluhan hukum.
"Kalau diklik linknya, ada pesan video dibatasi di Indonesia lantaran keluhan norma dari pemerintah," kata Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi saat dihubungi, Sabtu (2/5).
(rfs/gbr)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·