Tangguh Yudha
, Jurnalis-Selasa, 05 Mei 2026 |19:54 WIB

Anggaran Subsidi Energi Ditambah Rp100 Triliun, Harga BBM Dijamin Tak Naik? (Foto: Menko Airlangga/Okezone)
JAKARTA - Pemerintah menyiapkan tambahan anggaran subsidi daya hingga Rp100 triliun pada 2026 sebagai respons dari lonjakan nilai minyak dunia. Meski demikian, langkah ini belum menjadi agunan nilai bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak bakal mengalami penyesuaian hingga akhir tahun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah tetap terus memantau perkembangan nilai minyak dunia sebelum mengambil keputusan mengenai kebijakan BBM subsidi. Menurutnya, nilai minyak bumi saat ini bergerak bergerak di kisaran USD90 hingga USD120 per barel.
"Terkait dengan BBM kita tetap monitor. Karena jika sampai sekarang kita realisasi pembeliannya tidak USD100, jadi kan kita ada nilai rata-rata pembelian, sehingga tentu kita bakal terus monitor sembari kita monitor juga apakah situasi perang alias tenteram bisa selesai," katanya dalam konvensi pers Pertumbuhan PDB Triwulan I 2026, Selasa (5/5/2026).
Dia menjelaskan bahwa ketidakpastian global, termasuk kondisi geopolitik seperti bentrok internasional, menjadi aspek utama nan memengaruhi volatilitas nilai minyak. Oleh lantaran itu, pemerintah tidak menetapkan kebijakan nilai BBM secara baku untuk jangka panjang.
"Jadi kita sebagai impact nan krusial kita punya skenario untuk menjaga dan skenario ini sifatnya dinamis. Jadi tidak berfaedah bahwa jika ini kita patok sampai akhir tahun tidak, tapi kita lihat apa nan terjadi secara bergerak dan kita mitigasi secara bergerak juga," ujarnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan buletin ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·