Jakarta, CNN Indonesia --
Anggaran nan dialokasikan Pemerintah Kota Jakarta Selatan untuk perbaikan saluran air nan amblas di area Lenteng Agung, Jagakarsa, ialah sebesar Rp380 juta. Penanganan ditargetkan rampung dalam dua pekan agar kondisi jalan dan arus lampau lintas kembali normal.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, Santo, mengatakan bahwa anggaran tersebut digunakan untuk seluruh rangkaian pekerjaan hingga selesai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sekitar Rp380-an juta untuk seluruhnya sampai selesai dalam dua minggu," kata Santo saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (31/5), dilansir Antara.
Ia menjelaskan, perbaikan diprioritaskan pada bagian utama saluran nan berada di bawah badan jalan. Langkah itu dilakukan agar kendaraan dapat melintas kembali dalam waktu dekat.
Di bagian tersebut, pekerjaan nan menjadi konsentrasi meliputi pemasangan gorong-gorong (box culvert) serta pemulihan pengerasan jalan sepanjang sekitar 10 meter.
Santo menargetkan kegunaan jalan dapat kembali normal dalam tiga hari, sedangkan keseluruhan pekerjaan dituntaskan dalam dua pekan.
"Yang inti kita kejar dalam tiga hari. Hari Senin lampau lintas sudah clear, sudah tidak macet lagi," ucapnya.
Pekerjaan sudah dimulai sejak malam sebelumnya, diawali dengan pemasangan empat unit box culvert sepanjang empat meter. Selanjutnya, petugas melanjutkan proses pemadatan dan pengecoran perkerasan jalan.
Meski demikian, proses perbaikan diakui menghadapi hambatan kepadatan lampau lintas di sekitar lokasi. Menurut Santo, jika akses dapat ditutup total, pekerjaan bisa melangkah lebih leluasa dan lebih cepat.
Selain itu, Sudin SDA juga berkoordinasi dengan pemilik utilitas, seperti tiang serta jaringan kabel nan terdampak pekerjaan. Perbaikan fondasi utilitas bakal dilakukan setelah pemasangan turap selesai.
Santo pun mengatakan pihaknya bakal melakukan pengecekan saluran-saluran lama agar tidak terjadi lagi kejadian jalan amblas. Pengecekan terutama dilakukan pada saluran melintang (crossing) di bawah ruas jalan.
"Memang kudu ada pengecekan kembali lantaran banyak crossing nan usianya mungkin sudah lebih dari 25 tahun," ucapnya.
Pengecekan tentunya bakal melibatkan lembaga terkait, seperti Suku Dinas Bina Marga. Hal ini mengingat banyaknya prasarana saluran di bawah ruas jalan umum.
Santo pun menyampaikan permohonan maaf atas kemacetan selama proses perbaikan berjalan dan berambisi pekerjaan utama dapat selesai sesuai target.
(rti)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·