Jakarta - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade meninjau langsung Gudang Bulog Sumatra Barat (Sumbar) di area Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang. Kunjungan tersebut bermaksud untuk memastikan stok kebutuhan pokok masyarakat Sumbar, terutama beras dalam kondisi kondusif hingga awal 2027.
Kunjungan itu turut didampingi Pimpinan Wilayah (Pinwil) Bulog Sumbar, R Darma Wijaya. Dari hasil peninjauan di lapangan, Bulog Sumbar dipastikan tetap mempunyai persediaan beras nan memadai, apalagi bakal kembali menerima tambahan pasokan sekitar 20 ribu ton dalam waktu dekat.
"Masih ada 20 ribu ton lagi nan bakal masuk ke Sumbar. Jadi stok sampai awal tahun 2027 sudah sangat cukup," ujar Andre, dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).
Andre menegaskan, kondisi tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan program ketahanan pangan dan swasembada beras nan dijalankan pemerintah. Menurutnya, capaian itu tidak hanya terlihat dari data, tetapi juga dapat dibuktikan langsung di lapangan.
"Ini membuktikan ketahanan pangan dan swasembada beras memang terjadi secara riil untuk seluruh Indonesia. Saya berambisi pihak-pihak nan tetap meragukan bisa turun langsung ke lapangan dan memandang kondisi para petani," kata Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI ini.
Andre juga menyoroti kebijakan Presiden mengenai nilai pembelian gabah kering sebesar Rp6.500 per kilogram nan dinilai sebagai corak keberpihakan pemerintah terhadap petani dan masyarakat.
"Presiden berani mengambil keputusan bahwa nilai gabah kering kudu dibeli di nomor Rp6.500. Ini membuktikan keberpihakan pemerintah kepada rakyat dan petani," tegasnya.
Andre menambahkan, sejak 2025, Indonesia tidak lagi melakukan impor beras. Bahkan, stok persediaan beras nasional saat ini disebut mencapai nomor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, ialah sekitar 5,2 juta ton.
"Sejak 2025 kita tidak ada lagi impor beras. Bahkan baru pertama dalam sejarah, stok beras nasional mencapai nomor tertinggi, ialah 5,2 juta ton," ujar Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.
Sementara itu, Pimpinan Wilayah Bulog Sumbar, R Darma Wijaya memastikan kondisi pasokan pangan di Sumbar tetap kondusif dan terkendali. Selain persediaan beras, Bulog juga terus menjaga pengedaran minyak goreng melalui program SP2KP ke pasar-pasar nan ditunjuk pemerintah.
"Hari ini mengenai minyak, kita mendistribusikan ke pasar-pasar SP2KP nan memang ditunjuk langsung pemerintah untuk menjaga pasokan dan nilai kebutuhan masyarakat," katanya.
Menurut Darma Wijaya, dalam waktu dekat, Sumbar juga bakal menerima tambahan pasokan minyak goreng sebanyak sekitar 60 ribu dus, masing-masing berisi 12 liter. Selain itu, terdapat tambahan pasokan dari Wilmar sebanyak 34 ribu bungkusan ukuran 12 liter.
"Sumbar kondisinya hijau, nilai kebutuhan pokok tetap terkendali," ujarnya.
Kemudian, mengenai komoditas gula, Bulog Sumbar memastikan stok nan tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk untuk menghadapi momentum Iduladha mendatang.
"Untuk gula, saat ini stoknya kondusif untuk konsumsi Sumbar. Ada sekitar 200 sampai 300 ton untuk kebutuhan menghadapi Iduladha," tutupnya.
(ega/ega)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·