Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Andre Rosiade menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas support dan persetujuannya terhadap pembangunan kembali Stadion H. Agus Salim Padang. Menurut Andre, dimulainya pembangunan stadion tersebut menjadi bukti nyata kesungguhan Prabowo mempercepat pembangunan di Sumatera Barat.
Hal itu disampaikan Andre saat peletakan batu pertama pembangunan kembali Stadion H. Agus Salim, Rabu (9/9/2026). Prosesi tersebut sekaligus menandai dimulainya pembangunan stadion nan telah menjadi ikon olahraga dan kebanggaan masyarakat Sumatera Barat sejak dibangun pada 1983 dan selesai pada 1985.
Peletakan batu pertama tersebut turut dihadiri Wakil Direktur Utama PT Hutama Karya Sugeng Rochadi, Direktur Operasi II PT Hutama Karya Mardiansyah, Direktur Operasi II PT Adhi Karya Yan Arianto, Direktur Utama RSUP M. Djamil Dovy Djanas, Wakapolresta Padang AKBP Faidil Zikri, Anggota DPRD Sumbar Verry Mulyadi, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Padang Wahyu Hidayat serta Ketua Komisi II DPRD Kota Padang Rachmad Wijaya.
“Alhamdulillah, puji syukur hari ini kita sudah meletakkan batu pertama. Ini tanda dimulainya pembangunan kembali Stadion H. Agus Salim, stadion bola kebanggaan urang Minang, kebanggaan masyarakat Sumatera Barat,” kata Andre.
Andre mengatakan, pembangunan kembali Stadion H. Agus Salim bukan sekadar renovasi, melainkan pembangunan total dari awal. Stadion lama bakal dibongkar dan digantikan dengan gedung baru nan dirancang lebih modern serta memenuhi standar pertandingan sepak bola internasional.
Menurut Andre, realisasi pembangunan tersebut tidak terlepas dari komunikasi dan perjuangan nan dilakukan dirinya berbareng personil DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan stadion kepada Presiden Prabowo.
“Alhamdulillah kami sebagai personil DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra melakukan komunikasi dan lobi kepada Pak Presiden Prabowo. Alhamdulillah beliau setuju untuk memberikan anggaran dan mendukung pembangunan kembali Stadion H. Agus Salim,” ujarnya.
Andre juga menyampaikan terima kasih kepada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad nan turut membantu meyakinkan Presiden Prabowo. Setelah mendapat persetujuan Presiden, usulan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui Kementerian Pekerjaan Umum.
“Alhamdulillah juga dibantu oleh Pak Dasco, Pak Sufmi Dasco Ahmad sebagai Wakil Ketua DPR untuk meyakinkan Presiden. Alhamdulillah disetujui oleh Presiden, lampau pihak Istana menyampaikan perihal ini ke Kementerian PU untuk segera diproses,” katanya.
Ia menjelaskan, proses menuju pembangunan tidak berjalan singkat. Penyusunan desain, persiapan dan proses menuju tender memerlukan waktu nyaris satu tahun. Setelah itu, Kementerian PU mendapat tugas untuk menganggarkan dan melaksanakan pembangunan.
Karena itu, Andre kembali memberikan apresiasi kepada Menteri PU Dody Hanggodo beserta seluruh jejeran Kementerian PU nan telah memproses hingga pembangunan dapat dimulai.
“Sekali lagi, pembangunan Stadion H. Agus Salim ini adalah persembahan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, untuk Sumatera Barat. Terima kasih sekali lagi Kementerian PU, Pak Dody Hanggodo, beserta seluruh jejeran Kementerian PU nan sudah memproses dan mengeksekusi petunjuk Presiden ini agar Stadion H. Agus Salim segera dibangun kembali,” tegasnya.
Andre menilai pembangunan stadion tersebut menunjukkan bahwa support Presiden Prabowo terhadap Sumatera Barat diwujudkan melalui program pembangunan konkret.
“Ini bukti komitmen Presiden Prabowo terhadap pembangunan Sumatera Barat. Pembangunan kembali Stadion H. Agus Salim ini adalah bukti Presiden Prabowo sangat menyayangi dan mencintai Sumatera Barat. Ini adalah bukti Pak Prabowo Komit mempercepat pembangunan Sumbar,” katanya.
Stadion Modern, Tetap Berciri Minangkabau
Andre menjelaskan, Stadion H. Agus Salim nan baru bakal mempunyai kapabilitas sekitar 12.000 hingga 13.000 penonton. Seluruh bangku dirancang menggunakan sistem single seat dan stadion dibangun dengan merujuk pada standar AFC.
Selain itu, stadion bakal dilengkapi lapangan berstandar FIFA, sistem drainase modern, ruang tukar pemain, ruang pemanasan, ruang wasit, ruang konvensi pers, lounge VVIP, Royal Box, ruang serbaguna, musala serta akomodasi bagi penyandang disabilitas.
Meski mengusung konsep modern, identitas Minangkabau tetap menjadi bagian krusial dalam kreasi stadion. “Ini stadion modern, tapi tentu tidak melupakan karakter unik Sumatera Barat. Di dindingnya ada kebinasaan nan menggambarkan rumah budaya Minangkabau. Gonjong sembilan nan selama ini menjadi ikon stadion juga bakal dibangun kembali di taman. Di depan gerbang utama juga bakal dibangun semacam gerbang gonjong,” jelas Andre.
Menurutnya, konsep tersebut krusial lantaran Stadion H. Agus Salim bukan sekadar akomodasi olahraga, tetapi juga bagian dari identitas masyarakat Sumatera Barat. “Semua kita akomodir lantaran inilah stadion kebanggaan Sumatera Barat, kebanggaan urang Minang,” ujarnya.
Ditargetkan Rampung Awal 2028
Pembangunan Stadion H. Agus Salim ditargetkan selesai pada awal 2028. Stadion tersebut diharapkan dapat kembali menjadi kandang Semen Padang FC pada musim 2028/2029. “Kalau Semen Padang bisa menempati ini, tentu di musim 2028/2029. Jadi dipastikan Semen Padang bakal menjadi tim musafir dua tahun,” kata Andre.
Ia meminta support seluruh masyarakat agar proses pembangunan melangkah lancar dan selesai sesuai target.
Andre juga berambisi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat selaku pemilik aset serta Pemerintah Kota Padang memberikan support penuh selama proses pembangunan berlangsung.
Pembangunan stadion dilaksanakan PT Hutama Karya dan PT Adhi Karya melalui kerja sama operasi (KSO). Setelah proses pembongkaran selesai, area stadion bakal ditutup untuk pekerjaan konstruksi. Andre menyebut penutupan areal stadion direncanakan mulai 20 September 2026. “Mohon angan dan dukungannya dari seluruh masyarakat agar proyek ini bisa sigap selesai. Mudah-mudahan awal 2028 sudah selesai,” katanya.
Selain Stadion H. Agus Salim, Andre menyebut pemerintah Presiden Prabowo juga tengah mendorong pembangunan sejumlah prasarana strategis di Sumatera Barat, termasuk Flyover Sitinjau Lauik dan rencana pengembangan jalan tol.
Ia berambisi beragam proyek tersebut semakin memperkuat konektivitas sekaligus mempercepat pembangunan ekonomi Sumatera Barat. “Sekali lagi, terima kasih kepada Pak Presiden Prabowo. Ini adalah bukti komitmen pemerintah Presiden Prabowo untuk membangun Sumatera Barat,” tutup Andre.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·