Andre Rosiade Cek Rencana Pembangunan Jalan Pasar Koto Baru, Target Tuntas 2027

Sedang Trending 56 menit yang lalu

Jakarta - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meninjau langsung rencana pembangunan jalan pengganti di belakang Pasar Koto Baru, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Jalan sepanjang 1,3 kilometer itu diproyeksikan menjadi solusi untuk mengurai kemacetan kronis di jalur Padang-Bukittinggi.

Dalam peninjauan itu, Andre didampingi Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi. Sebelum turun ke lokasi, Andre juga telah berkoordinasi dengan Bupati Tanah Datar, Eka Putra, nan saat itu sedang berada di luar daerah.

Andre memastikan, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar telah menyatakan kesiapan untuk menuntaskan proses pembebasan lahan melalui APBD Perubahan 2026. Setelah lahan rampung, proyek jalan pengganti itu bakal diusulkan masuk dalam program Inpres Jalan Daerah (IJD) 2027.

"Insya Allah setelah APBD Perubahan, anggaran sudah siap. September kita bisa eksekusi sehingga akhir 2026 ini lahan sudah siap. Jadi Desember 2026 Insya Allah lahannya sudah disediakan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, sehingga kita bisa masukkan di IJD 2027," kata Andre dalam keterangannya, Minggu (10/5/2026).

Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI ini menegaskan, pembangunan jalan pengganti Koto Baru sudah berada di jalur nan tepat. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah pusat dan wilayah melangkah baik, sehingga angan menyelesaikan persoalan kemacetan semakin terbuka lebar.

"Kita sudah on the track. Konsultasi sudah, lahan juga sudah, tinggal tunggu pembebasan lahan dari Pak Bupati Eka Putra. Tadi Pak Eka juga sudah menyampaikan kepada kami bahwa tidak ada masalah," ucapnya.

Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar itu optimistis proyek tersebut dapat mulai dieksekusi pada 2027 dan menjadi jawaban atas persoalan klasik di area Pasar Koto Baru.

"Sehingga kita harapkan kita bisa urai kemacetan di Koto Baru. Masa puluhan tahun ini enggak bisa selesai-selesai? Insya Allah ini kita selesaikan di 2027. Kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tanah Datar berbareng Pemerintah Pusat," tegas Andre.

Sementara itu, Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi menjelaskan panjang jalan pengganti nan direncanakan mencapai sekitar 1,3 kilometer dengan kebutuhan lahan sekitar 21 ribu meter persegi. Menurutnya, proses penghitungan anggaran tetap terus disesuaikan lantaran adanya kenaikan nilai aspal.

"Masih penyesuaian lantaran ada nilai aspal naik," kata Elsa.

Dia juga memastikan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar telah menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung percepatan proyek tersebut melalui APBD Perubahan 2026.

"Jadi 21.000 meter persegi butuh lahan, ada 11 rumah nan terdampak. Nah, Pak Eka sudah komit di APBD Perubahan," ujar Elsa.

Menutup peninjauan itu, Andre kembali menyampaikan optimisme agar proyek jalan pengganti Koto Baru betul-betul bisa segera diwujudkan.

"Semoga segera tuntas pembangunan jalan baru ini. Nanti terserah mana nan dipakai jalan arah dari Padang alias Bukittinggi. nan krusial pembangunan jalan dulu!" imbuh Andre. (fas/imk)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News