Andre Rosiade Berangkatkan Umrah Penarik Becak Sampah di Parupuk Tabing

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade memberikan bingkisan umrah kepada, Yarmayati (66), seorang penarik becak sampah di Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat.

Selama bertahun-tahun, Yarmayati alias nan berkawan disapa Buk Ema, hanya bisa berdiri di tepian jalan Kelurahan Parupuk Tabing. Di kembali becak kayuh pengangkut sampah nan menjadi sumber penghidupannya, dia tak pernah tidakhadir melambaikan tangan setiap kali bus jemaah haji melintas menuju alias dari Asrama Haji Tabing.

Video tindakan tulus Buk Ema ini pun kemudian viral di media sosial, memicu simpati masyarakat, hingga sampai ke telinga Andre. Tak butuh waktu lama, dia langsung mengunjungi rumah Buk Ema untuk memberikan bingkisan umrah.

"Alhamdulillah, hari ini kami mewujudkan mimpi Buk Ema untuk berangkat umrah. Banyak masyarakat nan tersentuh memandang video beliau dan meminta kami membantu. Beliau adalah sosok ibu nan luar biasa tangguh," ujar Andre dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).

Hal ini disampaikannya di sela-sela kunjungannya nan dilakukan sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), pagi ini.

Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI ini mengaku terenyuh memandang ketulusan Buk Ema. Di tengah peluh mencari nafkah sebagai petugas kebersihan mandiri, Buk Ema tetap sempat mendoakan orang lain.

Menurut Andre, tindakan tersebut mengandung pesan moral nan sangat mendalam bagi siapa saja. "Inilah corak kehadiran kami, sesuai amanah Ketua Umum Gerindra Bapak Prabowo Subianto, bahwa kader Gerindra kudu selalu datang dan memberi faedah nyata di tengah masyarakat," tegas Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) tersebut.

Kepedulian Andre tidak berakhir pada tiket perjalanan umrah. Ia juga menyerahkan satu unit becak kayuh baru untuk menggantikan becak lama Buk Ema nan sudah usang dan sering rusak.

Selain itu, support paket sembako, modal tunai sebesar Rp1 juta, hingga agunan kesehatan melalui BPJS Kesehatan (dengan iuran nan ditanggung selama satu tahun) juga ikut diserahkan.

"Beliau tidak perlu lagi hanya menonton dan mendoakan orang lain dari pinggir jalan; sekarang giliran beliau nan bakal menginjakkan kaki di Tanah Suci. Kami berikan becak baru agar beliau lebih mudah mencari rezeki, serta agunan kesehatan agar beliau tenang," tambah Andre.

Sementara itu, Ketua RT Razali mengaku senang mendengar warganya dibantu Andre. Dia merasa Buk Ema sangat layak mendapatkan support tersebut.

"Kalau Buk Ema becak dikenal ulet, hujan-hujan pun tetap keluar mengayuh becak ke rumah warga. Terima kasih Pak Andre," katanya.

Tangis Haru Sang Penarik Becak Sampah

Suasana haru terlihat saat support diserahkan kepada Buk Ema di kediamannya. Ia tak kuasa menahan air mata lantaran merasa impiannya untuk pergi ke Tanah Suci akhirnya mendapat jalan. Sebab selama ini, dia hanya bisa memendam kangen pada Baitullah sembari terus bekerja mengangkut sampah warga.

"Setiap ada mobil haji lewat, saya selalu melambai dan bermohon agar mereka selamat. Dalam hati, saya juga berbisik, 'Ya Allah, kapan giliran saya bisa ke Mekkah?'. Ternyata Allah menjawabnya hari ini," tutur Buk Ema.

Ketangguhan Buk Ema rupanya terbentuk dari perjalanan hidup nan panjang dan penuh liku. Sejak mini dia sudah kehilangan kedua orang tuanya dan kemudian diasuh oleh kakak ayahnya nan biasa dia panggil Abah.

Demi menyambung hidup, Buk Ema pernah bekerja di pabrik Asia Biskuit Tabing, mulai dari mengepak kue hingga menjadi petugas kebersihan. Baginya, pekerjaan apa pun bakal dijalani selama halal.

Memasuki hari tua, dia memilih pekerjaan sebagai pengangkut sampah warga. Dalam sebulan, dia mengaku mendapat bayaran sekitar Rp300 ribu.

Namun, awal tahun ini sempat menjadi masa susah baginya. Ia merasa cemas saat petugas LPS mulai mengangkut sampah di wilayah tersebut.

Tak menyerah pada keadaan, Buk Ema memberanikan diri memohon kepada pemilik rumah agar tetap diperbolehkan mengambil sampah mereka. Beruntung, penduduk nan iba dan menghargai kejujurannya tetap memilih jasa Buk Ema.

"Alhamdulillah, walaupun saya bekerja kotor mengambil sampah, saya tidak ada sakit-sakit nan membikin saya kudu dirawat. Saya berterima kasih di hari tua ini tetap sehat dan kuat. Mudah-mudahan saya tetap sehat," tutur Buk Ema.

Kini, Buk Ema bersiap menjalani perjalanan nan selama ini dia impikan. Tak lama lagi, tangan nan biasa memegang kemudi becak itu bakal bersimpuh di depan Ka'bah, mengucap syukur atas keajaiban nan menghampiri di usia senjanya. (akd/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News