Radiasi sinar-X intens dari bintang katai merah menakut-nakuti kelayakhunian planet di area layak huni.(Dok. G. Bacon (STScI)/NASA/ESA)
PENELITIAN terbaru mengungkapkan bahwa radiasi sinar-X intens dari bintang katai merah berpotensi besar merusak kelayakhunian planet-planet di sekitarnya. Temuan ini menyoroti akibat tinggi bagi planet nan berada di area layak huni namun terpapar semburan radiasi energi tinggi secara terus-menerus.
Radiasi sinar-X dari bintang katai merah sekarang menjadi konsentrasi utama para astronom dalam menentukan potensi kehidupan di luar Bumi. Meski bintang jenis ini mencakup 75% populasi di Galaksi Bima Sakti, aktivitas radiasinya nan ekstrem dinilai dapat menghalang keberlangsungan makhluk hidup di permukaan planet.
Astronom Eike Guenther dari Observatorium Thueringer, Jerman, memimpin penelitian terhadap bintang AD Leonis (AD Leo) nan berjarak 16 tahun sinar dari Bumi. Hasil pengamatan menunjukkan adanya semburan radiasi kuat nan dapat berakibat fatal bagi atmosfer planet berbatu di sekitarnya.
“Para astronom sedang melakukan upaya dunia untuk menemukan planet mirip Bumi dan menjawab pertanyaan apakah kita sendirian di alam semesta,” ujar Guenther dalam pernyataan resmi melalui Royal Astronomical Society.
Guenther menambahkan bahwa paparan sinar-X keras ini kemungkinan besar membikin planet di sekitar bintang bermassa rendah tidak ideal bagi kehidupan. "Setidaknya untuk kehidupan di daratan," tegasnya.
Ancaman utama berasal dari jarak area layak huni bintang katai merah nan sangat dekat dengan bintang induknya. Kondisi ini membikin planet rentan terhadap semburan radiasi dan Coronal Mass Ejection (CME). Studi sebelumnya apalagi mengindikasikan radiasi ekstrem bisa menghancurkan hingga 94 persen lapisan ozon sebuah planet dalam waktu dua tahun.
Meski demikian, penelitian ini memberikan sedikit angan bagi kehidupan bawah laut. Para peneliti menduga perairan dalam mungkin bisa menjadi pelindung dari paparan radiasi langsung, sementara kehidupan di permukaan bakal menghadapi akibat kepunahan akibat hilangnya perlindungan atmosfer.
Hasil riset strategis ini telah dipresentasikan dalam konvensi European Week of Astronomy and Space Science di Liverpool, Inggris, guna menyempurnakan model akibat radiasi terhadap perkembangan planet di masa depan. (Space/Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·