Ancam Hentikan Perdagangan, Trump Desak The Fed Segera Pangkas Suku Bunga

Sedang Trending 58 menit yang lalu
Ancam Hentikan Perdagangan, Trump Desak The Fed Segera Pangkas Suku Bunga Donald Trump(Dok AFP)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump melayangkan ancaman untuk menghentikan aktivitas perdagangan dengan negara-negara penyumbang defisit bagi AS. Langkah ekstrem ini bakal dieksekusi andaikan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), menolak melonggarkan kebijakan moneter melalui pemotongan suku kembang acuan.

Gertakan tersebut disampaikan Trump secara terbuka melalui platform media sosial miliknya, Truth Social.

"Turunkan suku kembang alias saya bakal menghentikan perdagangan dengan negara-negara nan menyebabkan kita defisit, nan telah diakui secara tegas oleh Mahkamah Agung AS dalam putusannya nan konyol dan sangat merugikan soal tarif, bahwa 'presiden' mempunyai kewenangan absolut untuk melakukannya," tegas Trump.

Guna memperkuat desakannya, Trump turut meminta jejeran majelis pelaksana The Fed untuk bertindak "Cerdas" dan sesekali bersikap sebagai patriot.

Ia menampik pandangan konvensional nan menyebut bahwa laju pertumbuhan ekonomi menjadi pemantik utama inflasi. Menurutnya, pemikiran semacam itu justru terbukti menjadi penghambat laju perekonomian AS selama seperempat abad terakhir.

"Kita semestinya mencapai pertumbuhan PDB sebesar 15 dan 20 persen, bukannya 2, 3, dan 4 persen; dan Amerika semestinya bisa menjadi jauh lebih kuat secara finansial daripada saat ini. Utang kita bakal lunas dan semua perihal lain ini bakal terwujud," ujar Trump.

Lebih lanjut, dia menguraikan akibat finansial dari kebijakan moneter ketat tersebut. Ia menyatakan bahwa setiap kenaikan satu poin pada suku kembang bakal membebani kas negara hingga US$650 miliar per tahun.

Sikap keras Trump ini berbanding terbalik dengan arah reformasi nan tengah melangkah di tubuh bank sentral. Pada akhir Mei lalu, Trump sempat menyatakan bahwa Ketua The Fed Kevin Warsh bakal memimpin agenda modernisasi berskala besar di lembaga tersebut, sembari menjamin independensi penuh bank sentral dalam menetapkan keputusan strategis.

Langkah ini diambil setelah Trump berulang kali mengecam kepemimpinan mantan Ketua The Fed, Jerome Powell, nan dinilainya terlampau lamban dalam menurunkan tingkat suku bunga.

Sebagai informasi, Kevin Warsh resmi menduduki bangku nomor satu di The Fed setelah Senat AS menyetujui pencalonannya untuk masa kedudukan empat tahun ke depan pada 13 Mei, menyusul pencalonan resminya oleh Trump pada akhir Januari. 

Sebelum memimpin bank sentral, Warsh mencatatkan rekor sebagai personil Dewan Gubernur The Fed termuda di usia 35 tahun pada periode Februari 2006 hingga Maret 2011, serta pernah mengemban tugas sebagai penasihat kebijakan ekonomi presiden dan personil Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih. (Ant/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia