Anak Sering Tidur atau Langsung Main setelah Makan? Waspadai Risiko GERD

Sedang Trending 16 jam yang lalu
Anak Sering Tidur alias Langsung Main setelah Makan? Waspadai Risiko GERD Ilustrasi(Dok Magnific)

KEBIASAAN anak nan langsung tidur, berbaring, alias bermain aktif setelah makan sebaiknya mulai diperhatikan orangtua. Menurut para ahli, aktivitas tersebut dapat meningkatkan akibat munculnya gastroesophageal reflux disease (GERD) alias penyakit masam lambung, terutama pada anak nan memang rentan mengalami refluks. 

Kondisi ini terjadi ketika isi lambung, termasuk masam lambung, naik kembali ke kerongkongan sehingga memicu keluhan seperti rasa terbakar di dada, mual, muntah, alias rasa masam di mulut. 

Mengapa Tidur Setelah Makan Berisiko?

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), anak dengan GERD sebaiknya tidak makan beberapa jam sebelum berebahan alias tidur. 

Saat tubuh berada dalam posisi horizontal, gravitasi tidak lagi membantu menahan makanan dan masam lambung tetap berada di lambung. Akibatnya, isi lambung lebih mudah mengalir kembali ke kerongkongan dan memicu indikasi refluks, terutama pada malam hari. 

Karena itu, master juga menganjurkan anak nan mengalami GERD untuk tidur dengan posisi kepala lebih tinggi alias miring ke kiri, serta menghindari kebiasaan langsung rebahan setelah makan sebagai bagian dari perubahan style hidup untuk mengurangi keluhan. 

Bermain Aktif Setelah Makan Juga Perlu Diwaspadai

Tak hanya tidur, aktivitas bentuk nan terlalu berat sesaat setelah makan juga dapat memicu refluks pada sebagian anak. 

Menurut Cleveland Clinic, GERD terjadi ketika katup antara kerongkongan dan lambung melemah alias terbuka pada waktu nan tidak semestinya sehingga masam lambung naik ke atas. 

Gerakan seperti berlari, melompat, alias aktivitas nan memberi tekanan pada area perut setelah makan dapat memperparah kondisi tersebut pada anak nan sudah mempunyai GERD. 

Sebaliknya, aktivitas ringan seperti melangkah santuy lebih disarankan dibanding langsung tidur alias melakukan permainan nan menguras banyak tenaga setelah makan. 

Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

GERD pada anak dapat ditandai dengan nyeri ulu hati, rasa panas di dada, makanan alias cairan masam nan naik ke mulut, muntah berulang, batuk kronis, bunyi serak, hingga kesulitan menelan. 

Jika keluhan terjadi berulang alias mengganggu aktivitas sehari-hari, orangtua disarankan membawa anak ke master untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. 

Untuk membantu mengurangi akibat GERD, NIDDK menyarankan orangtua membiasakan anak makan dengan porsi nan sesuai, menghindari makan menjelang waktu tidur, mengenali makanan nan memicu gejala, serta menjaga berat badan tetap sehat. 

Bila perubahan pola hidup belum cukup mengatasi keluhan, master dapat mempertimbangkan pemberian obat, seperti proton pump inhibitor (PPI) alias H2 blocker, sesuai kondisi masing-masing anak. (Elisa Rosalind/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia