Liam Payne(Instagram)
PUTRA semata wayang mendiang Liam Payne, Bear, resmi menjadi mahir waris tunggal atas seluruh kekayaan berbobot jutaan dolar AS nan ditinggalkan oleh sang ayah. Informasi ini terungkap berasas arsip pengadilan nan diperoleh oleh media PEOPLE.
Bocah berumur 9 tahun tersebut menjadi pewaris tunggal atas biaya sebesar US$29.007.998 (atau sekitar Rp 472 miliar) dari total aset peninggalan mantan personel One Direction itu. Berdasarkan arsip gugatan, sebagian mini dari biaya tersebut dapat digunakan saat ini, namun sebagian besar sisanya bakal disimpan dalam corak biaya perwalian (trust) hingga Bear menginjak usia 18 tahun.
Liam Payne meninggal bumi pada 16 Oktober dalam usia 31 tahun setelah terjatuh dari anjungan sebuah hotel. Ia mempunyai anak pertamanya tersebut berbareng sang mantan kekasih nan juga seorang penyanyi, Cheryl. Pada Mei 2025, tujuh bulan setelah Payne wafat tanpa meninggalkan surat wasiat, Cheryl ditunjuk sebagai pengurus resmi nan bakal mengelola aset perwalian tersebut.
Dokumen pengadilan nan diterbitkan pada 1 Mei secara resmi menetapkan Cheryl dan pengacara Richard Mark Bray sebagai pengelola kekayaan peninggalannya. Saat itu, arsip menunjukkan nilai kotor (gross) dari aset Payne di Inggris mencapai US$38 juta, dengan nilai bersih (net) sekitar US$32,2 juta. Sesuai patokan norma di Inggris, jika seseorang meninggal tanpa surat wasiat dan tidak mempunyai pasangan sah, maka kekayaan tersebut biasanya bakal jatuh kepada anak kandung mereka.
Menurut laporan BBC, Cheryl dan Bray bekerja mengelola duit tersebut, namun kapabilitas otoritas mereka saat ini terbatas dan tidak diperbolehkan mendistribusikannya secara bebas.
Semasa hidupnya, Payne pernah mengungkapkan kebahagiaannya saat menyambut kelahiran Bear pada Maret 2017 silam.
"Saya sangat senang menyambut bayi laki-laki baru kami ke dunia, ini adalah momen nan tidak bakal pernah saya lupakan seumur hidup saya dan menjadi ingatan terfavorit nan saya miliki sejauh ini," tulis Payne di IG saat itu. "Saya betul-betul kagum dengan ibunya nan luar biasa dan gimana dia menjalani semua ini, dia betul-betul membikin angan saya menjadi kenyataan."
Meskipun Payne sempat mengakui kepada PEOPLE bahwa dirinya "selalu mau menjadi ayah di usia muda," dia tidak menampik bahwa peran sebagai orang tua di usia belia tidaklah mudah. Dalam wawancara lanjutan pada Desember 2020, dia menceritakan proses belajarnya nan panjang.
"Saya mempunyai anak di usia muda, dan Anda berpikir itu bakal menjadi perihal nan ajaib, bahwa Anda bakal tumbuh suatu hari kelak menjadi orang nan seharusnya," ujar Payne. "Namun butuh banyak perihal untuk menemukan injakan saya. Saya pikir, Ayah bekerja menjaga semua orang, itulah nan dia lakukan, jadi tugas saya saat itu adalah memasak." (People/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·