Anak Krakatau Berstatus Siaga, Apakah Erupsi Bisa Picu Tsunami?

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Binti Mufarida , Jurnalis-Sabtu, 10 Oktober 2026 |14:53 WIB

Anak Krakatau Berstatus Siaga, Apakah Erupsi Bisa Picu Tsunami?

Gunung anak krakatau erupsi (foto: PVMBG)

JAKARTA - Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, mengingatkan masyarakat pesisir Banten dan Lampung agar tidak langsung mengaitkan peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau dengan ancaman tsunami. Erupsi gunung api tidak otomatis memicu tsunami, meski potensi tersebut tetap perlu diwaspadai jika terjadi sistem pemicu tertentu, seperti longsoran tubuh gunung api ke laut.

Daryono mengatakan, peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau perlu disikapi dengan meningkatkan kewaspadaan, bukan kepanikan. Status aktivitas gunung api tersebut telah dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak 9 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB berasas pertimbangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM.

“Keputusan tersebut tentu didasarkan pada hasil pemantauan dan pertimbangan ilmiah terhadap perkembangan aktivitas vulkanik, baik melalui pengamatan visual, kegempaan, maupun parameter pemantauan lainnya,” kata Daryono dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/10/2026).

Dalam laporan resmi Badan Geologi, tercatat 14 kali erupsi Gunung Anak Krakatau selama periode 6–9 Oktober 2026. Peningkatan aktivitas tersebut perlu diwaspadai meskipun sejumlah parameter kegempaan dan deformasi belum menunjukkan peningkatan signifikan.

“Saya memandang bahwa peningkatan status ini kudu dipahami sebagai langkah kewaspadaan dan mitigasi dini, bukan sebagai argumen untuk panik,” ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑