Anak Demam Tinggi karena Influenza A, Kompres Hangat atau Dingin?

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Anak Demam Tinggi lantaran Influenza A, Kompres Hangat alias Dingin?

Anak demam. (Foto: Freepik)

INFLUENZA A dapat menyebabkan beragam indikasi pada anak, salah satunya demam. Ketika suhu tubuh anak meningkat, orangtua biasanya berupaya mencari langkah untuk membuatnya lebih nyaman.

Salah satu langkah nan kerap dilakukan adalah memberikan kompres. Namun, muncul pertanyaan: ketika anak demam tinggi akibat Influenza A, sebaiknya menggunakan kompres hangat alias dingin?

1. Jangan Sampai Dehidrasi

Dokter Spesialis Anak dari Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Yogi Prawira, Sp.A, Subsp.ETIA(K), dalam aktivitas Morning Zone di Youtube Okezone menjelaskan, selain memperhatikan suhu tubuh, perihal nan tidak kalah krusial adalah memastikan anak mendapatkan cairan nan cukup. Demam dapat meningkatkan kebutuhan cairan tubuh, sementara kekurangan cairan bisa menyebabkan dehidrasi.

“Kalau suhu tinggi, prinsip pertama tentu cairan kudu cukup. Karena jika cairan tidak cukup, maka dehidrasi bisa membikin suhunya tidak turun-turun,” ujar dr. Yogi.

2. Kompres Hangat alias Dingin?

Selama ini, sebagian orangtua mungkin terbiasa menggunakan kompres dingin alias apalagi es ketika anak mengalami demam. Namun, dr. Yogi menjelaskan bahwa penelitian nan membandingkan kompres dingin dan hangat pada anak demam menunjukkan kompres hangat lebih disarankan.

Kompres hangat bermaksud membantu pelebaran pembuluh darah alias vasodilatasi. Dengan pembuluh darah nan melebar, pelepasan panas dari tubuh dapat berjalan lebih baik sehingga anak diharapkan merasa lebih nyaman.

Kompres hangat dapat diberikan terutama pada area nan mempunyai pembuluh darah besar, seperti leher, ketiak, dan selangkangan. Meski demikian, kompres bukan bermaksud membikin suhu tubuh turun secara drastis. Penggunaannya lebih ditujukan untuk membantu memberikan kenyamanan ketika anak sedang mengalami demam.

“Nah kemudian jika mau dikompres, kompresnya itu, jika era dulu kan memakai kompres es ya, kompres dingin. Ternyata ada penelitian nan membandingkan keaktivitas dari kompres dingin dengan kompres hangat,” jelas dr. Yogi.

“Untuk anak nan demam, sarannya justru dengan kompres hangat. Tujuannya adalah membikin pemudaranya itu dilatasi alias melebar, sehingga kemudian panasnya bisa menguap,” lanjutnya.

“Dan kompres hangat itu diposisikannya itu terutama di bagian leher, di bagian ketiak, di bagian selangkangan,” jelasnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑