JAKARTA - Pergantian tahun baru Islam alias 1 Muharram selalu menjadi momen nan dinanti oleh umat Muslim di seluruh dunia. Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan mulia (asyhurul hurum) nan mempunyai keistimewaan besar di dalam Islam. Menyambut kehadiran bulan suci ini, ustadz karismatik pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, KH Yahya Zainul Ma'arif alias nan berkawan disapa Buya Yahya, memberikan pedoman mengenai amalan-amalan terbaik nan dianjurkan untuk dikerjakan.
Menurut Buya Yahya, prinsip utama dalam menyambut 1 Muharram bukan terletak pada seremoni nan sifatnya seremonial, melainkan pada pemaknaan spiritual nan mendalam. Berdasarkan beragam pengarsipan dakwah dan kajiannya, berikut adalah beberapa ibadah utama nan dianjurkan oleh beliau untuk menghidupkan awal bulan Muharram:
1. Muhasabah (Evaluasi Diri)
Amalan paling mendasar saat memasuki tahun baru adalah melakukan introspeksi alias muhasabah diri. Dalam beragam kesempatan pidato rutinnya nan disiarkan melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya kerap mengingatkan umat Muslim untuk memandang kembali apa saja nan telah dilakukan selama satu tahun ke belakang. Beliau menyampaikan bahwa momentum pergantian tahun adalah waktu nan paling tepat untuk menyesali segala dosa dan khilaf, kemudian membulatkan tekad untuk menjadi pribadi nan lebih bertakwa. Menurutnya, hijrah nan sesungguhnya dimulai dari tekad kuat meninggalkan keburukan di masa lalu.
2. Membaca Doa Akhir dan Awal Tahun
Membaca angan akhir tahun sebelum magrib di hari terakhir bulan Dzulhijjah dan angan awal tahun setelah memasuki waktu magrib 1 Muharram sangat dianjurkan. Dalam sesi Tanya Jawab Fikih Keseharian di majelis Al-Bahjah, Buya Yahya memaparkan bahwa ibadah angan ini adalah bentuk kerendahan hati seorang hamba. Beliau menjelaskan bahwa angan akhir tahun dipanjatkan sebagai corak permohonan maaf atas segala dosa setahun lalu, sementara angan awal tahun dibaca sebagai permohonan perlindungan dari bujukan setan serta memohon keselamatan dan keberkahan untuk menjalani tahun nan baru.
3. Meningkatkan Puasa Sunah
Salah satu ibadah bentuk nan sangat ditekankan di bulan Muharram adalah puasa. Hal ini sejalan dengan apa nan disampaikan Buya Yahya dalam risalah dakwah dan pedoman fikih ibadahnya. Dengan merujuk pada sabda sahih riwayat Imam Muslim, beliau menjelaskan bahwa sebaik-baik puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan Muharram. Oleh lantaran itu, beliau sangat menganjurkan jamaahnya untuk memperbanyak puasa sunah di bulan ini, khususnya puasa Tasu'a (9 Muharram) dan puasa Asyura (10 Muharram), nan mempunyai keistimewaan spesial ialah dapat menghapus dosa-dosa mini setahun nan lalu.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·