Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI

Sedang Trending 7 jam yang lalu

loading...

Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko nan Ditimbulkan AI.Foto/ Viet

LONDON - Badan keamanan utama dari aliansi intelijen Five Eyes—yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris Raya, Australia, Kanada, dan Selandia Baru—secara berbarengan mengeluarkan peringatan keras tentang meningkatnya akibat nan ditimbulkan oleh kepintaran buatan (AI), menyatakan bahwa bumi perlu bertindak segera sebelum teknologi ini melampaui kendali manusia.

Menurut koresponden Kantor Berita Vietnam di Australia, dalam pernyataan berbareng nan dirilis pada 23 Juni, badan-badan keamanan aliansi tersebut, nan dianggap sebagai jaringan berbagi intelijen paling kuat di dunia, menyatakan bahwa laju perkembangan AI saat ini melampaui perkembangan sistem manajemen dan perlindungan keamanan.

Para mahir memperingatkan bahwa AI bukan lagi sekadar teknologi masa depan, tetapi telah menjadi perangkat nan dieksploitasi oleh golongan kejahatan siber dan kekuatan musuh untuk tujuan berbahaya.

Salah satu kekhawatiran terbesar adalah meningkatnya penggunaan model bahasa besar (LLM) untuk mengotomatisasi proses penulisan kode berbahaya.

Hal ini memungkinkan perseorangan dengan keahlian teknis terbatas untuk menciptakan perangkat lunak serangan siber nan canggih, mulai dari ransomware hingga perangkat penyelundupan nan bisa melewati beragam lapisan perlindungan tradisional.

Selain itu, teknologi deepfake (menggunakan AI untuk membikin gambar dan bunyi palsu) juga dianggap berkembang dengan kecepatan nan mengkhawatirkan.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews