Alasan Tangan T-Rex Kecil: Jarang Dipakai, Andalkan Rahang buat Memangsa

Sedang Trending 51 menit yang lalu
Fosil Tyrannosaurus rex nan dipasang nan dikenal sebagai Sue digambarkan di Field Museum di Chicago, Illinois, AS, dalam gambar selebaran tak bertanggal nan diperoleh Reuters pada 30 September 2022 Foto: Lucy Hewett, Field Museum/Handout via REUTERS

Selama ini, tangan mungil Tyrannosaurus rex alias T-Rex sering kali menjadi bahan lelucon. Dengan tubuh raksasa dan rahang mematikan, tangan predator purba ini terlihat sangat tidak proporsional lantaran hanya berukuran sekitar satu meter, setara dengan lengan manusia dewasa.

Namun, studi terbaru dari University College London (UCL) dan University of Cambridge mengungkapkan bahwa tangan mini tersebut bukanlah sebuah "kecacatan" evolusi, melainkan akibat dari perkembangan tengkorak nan luar biasa kuat.

Penelitian nan diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B ini menganalisis info dari 82 jenis dinosaurus theropoda (predator berkaki dua). Hasilnya, tim peneliti menemukan bahwa pengecilannya ukuran tangan berangkaian erat dengan perkembangan kepala nan semakin kokoh dan rahang nan semakin kuat.

Shen the T. rex, kerangka dinosaurus Tyrannosaurus Rex seberat 1,4 ton nan ditawarkan untuk dilelang oleh Christie's, dirakit untuk dipajang di Victoria Theatre & Concert Hall di Singapura, Kamis (27/10/2022). Foto: Edgar Su/REUTERS

Rahang jadi senjata utama, tangan jadi tak berguna

Para peneliti menjelaskan bahwa perkembangan ini dipicu oleh perubahan mangsa. Saat itu, dinosaurus herbivora seperti sauropoda (dinosaurus leher panjang) tumbuh menjadi sangat besar. Menghadapi mangsa setinggi 30 meter, menggunakan ceker untuk mencengkeram dianggap tidak efektif dan rawan bagi predator.

Sebagai gantinya, predator seperti T-Rex mulai mengandalkan serangan rahang nan menghancurkan.

"Kepala mengambil alih peran tangan sebagai metode penyerangan utama," ujar Charlie Roger Scherer, penulis utama studi dari UCL Earth Sciences.

Menurut Scherer, ini adalah kasus "gunakan alias hilangkan." Karena tangan tidak lagi berfaedah untuk melumpuhkan mangsa raksasa, ukurannya perlahan menyusut selama jutaan tahun agar daya tubuh bisa dialokasikan untuk memperkuat otot rahang dan struktur tengkorak.

Menariknya, studi ini menegaskan bahwa mini T-Rex bukan sekadar pengaruh samping dari tubuh nan membesar. Buktinya, beberapa dinosaurus seperti Majungasaurus nan hanya berbobot 1,6 ton (jauh lebih ringan dari T-Rex nan mencapai 8 ton) juga mempunyai tangan nan sangat mini lantaran mempunyai tengkorak nan sangat kuat.

Tim peneliti mengembangkan metode baru untuk mengukur kekuatan tengkorak berasas kepadatan sambungan tulang, dimensi kepala, dan kekuatan gigitan.

Dalam pengukuran ini, T-Rex menempati urutan tertinggi sebagai pemilik tengkorak paling kokoh, disusul oleh Tyrannotitan.

"Sangat mungkin tengkorak nan kuat berevolusi lebih dulu sebelum tangan memendek," tambah Scherer.

Secara evolusi, tidak masuk logika bagi predator untuk melelepaskan senjata tangan mereka sebelum mempunyai "senjata cadangan" nan lebih mematikan, ialah rahang nan sangat kuat.

Fenomena ini tidak hanya terjadi pada golongan Tyrannosauridae, tetapi juga terlihat pada empat golongan predator lainnya seperti Abelisauridae dan Carcharodontosauridae. Hal ini membuktikan dalam bumi purba, kekuatan mulut jauh lebih diunggulkan daripada jangkauan tangan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan