Penetapan Hangabehi sebagai Sinuhun Paku Buwono (PB) XIV(Widjajadi/MI)
PENGAGENG Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Karaton Surakarta, GKR Koes Moertiyah Wandansari, membeberkan argumen penetapan Hangabehi sebagai Sinuhun Paku Buwono (PB) XIV. Penetapan ini menandai babak baru kepemimpinan budaya di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Gusti Moeng, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa proses penetapan tersebut tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui pertimbangan budaya nan mendalam dengan melibatkan family besar Keraton Surakarta serta trah Mataram Islam Surakarta.
"Proses penetapan sudah melalui beragam pertimbangan budaya nan melibatkan family besar Keraton Surakarta dan trah Mataram Islam Surakarta serta garis keturunan alias nasab, juga kapabilitas kepemimpinan untuk melindungi family besar karaton," ujar putri mendiang PB XII tersebut di Surakarta.
Nasab dan Kapasitas Kepemimpinan
Menurut Gusti Moeng, aspek garis keturunan menjadi fondasi utama. Hangabehi merupakan putra sulung dari PB XIII dengan permaisuri KRAy Winari Sri Handayani. Lahir dengan nama Gusti Raden Mas (GRM) Soerjo Soeharto pada 5 Februari 1985, dia dinilai mempunyai legitimasi kuat secara nasab.
Sebelum dikukuhkan menjadi Sinuhun PB XIV pada 13 November 2025, Hangabehi telah mengemban tanggung jawab besar dalam struktur keraton. Ia semula bergelar KGPH Mangkubumi, kemudian berubah menjadi KGPH Hangabehi pada 24 Desember 2022.
Pertimbangan Komprehensif:
- Garis keturunan (Putra Sulung PB XIII).
- Karakter pribadi nan santun dan bertanggung jawab.
- Pemahaman mendalam terhadap tata budaya keraton.
- Kemampuan melindungi sentana dalem dan abdi dalem.
KRMH Saptono Djati, salah satu tokoh krusial di Keraton Surakarta, menambahkan bahwa pemilihan ini didasarkan pada kebutuhan bakal figur pemersatu. "Keluarga besar Keraton Surakarta menghendaki figur nan bisa menjadi pengayom sekaligus pemersatu dalam menjaga keberlangsungan budaya dan budaya," tegasnya.
Ujian Perdana di Grebeg Besar 2026
PB XIV terlihat saat prosesi budaya Grebeg Besar Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada 28 Mei 2026. BRM Nugroho Imam Santoso, cucu Paku Buwono XI, memberikan apresiasi atas kewibawaan Sinuhun saat memimpin upacara tersebut.
"Alhamdulillah, Sinuhun Paku Buwono XIV memimpin langsung jalannya upacara tersebut dengan khidmat dan penuh wibawa. Hal ini menunjukkan semangat kebersamaan dan persatuan di lingkungan Kasunanan Surakarta," tutur BRM Nugroho. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·