Penelitian terbaru mengungkap lengan pendek T-Rex berevolusi untuk menghindari gigitan.(Dok: Magnific)
TYRANNOSAURUS rex alias T-Rex selama ini dikenal sebagai predator puncak dengan rahang penghancur tulang, namun ukuran lengannya nan sangat pendek selalu menjadi misteri evolusi. Sebuah penelitian terbaru nan dipublikasikan dalam jurnal Acta Palaeontologia Polonica menawarkan teori baru: lengan pendek tersebut merupakan penyesuaian untuk menghindari cedera akibat gigitan sesama T-Rex saat berebut makanan.
Penelitian nan dipimpin oleh Kevin Padian, guru besar emeritus dari University of California, Berkeley, ini mematahkan beragam asumsi lama. Sebelumnya, intelektual menduga lengan mini tersebut berfaedah untuk membantu proses kawin, menahan mangsa, alias menopang tubuh saat bangun. Namun, Padian menilai teori-teori tersebut tidak menjawab kenapa lengan itu justru menyusut selama jutaan tahun evolusi.
Risiko Gigitan saat Makan Berkelompok
Berdasarkan kajian Padian, lengan T-Rex terlalu pendek untuk menjalankan kegunaan mekanis nan efektif. Lengan tersebut tidak dapat menjangkau mulut, tidak bisa saling menyentuh, dan mempunyai rentang mobilitas nan sangat terbatas. Senjata utama predator ini sepenuhnya berada pada kepala, leher, dan rahang nan kuat.
Padian mengusulkan asumsi bahwa penyusutan lengan memberikan untung kelangsungan hidup. Mengingat adanya bukti bahwa T-Rex kemungkinan berburu alias makan dalam kelompok, lengan nan panjang bakal menjadi sasaran lembek bagi gigitan perseorangan lain saat mereka bergerombol di sekitar buntang mangsa.
"Jika beberapa T-Rex raksasa berkumpul di satu bangkai, Anda bakal mendapati banyak tengkorak besar dengan rahang dan gigi luar biasa kuat nan mencabik daging. Lengan nan lebih pendek mengurangi akibat lengan tersebut tergigit alias terputus dalam kekacauan tersebut," ujar Padian dalam laporannya.
Analogi dengan Komodo Indonesia
Untuk memperkuat argumennya, Padian membandingkan perilaku T-Rex dengan komodo (Varanus komodoensis) di Indonesia. Komodo dikenal sering makan berbareng dalam kelompok, di mana perseorangan nan lebih besar mendominasi dan sering terjadi perkelahian alias gigitan antarindividu selama proses tersebut.
Meskipun T-Rex telah punah sekitar 66 juta tahun lalu, Padian menyarankan langkah verifikasi lebih lanjut dengan memeriksa fosil-fosil di beragam museum. Jika ditemukan bahwa tulang lengan mempunyai jejak gigitan nan lebih sedikit dibandingkan bagian tubuh lainnya, maka teori penyesuaian untuk menghindari cedera ini bakal semakin kuat.
Penelitian ini menggeser konsentrasi dari "apa kegunaan lengan tersebut" menjadi "apa untung evolusioner dari mengecilnya lengan tersebut", memberikan perspektif baru dalam memahami kehidupan sosial salah satu predator terbesar di Bumi. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·