Aksi Penangkapan Ikan Sapu-Sapu Digencarkan di Kabupaten Bogor

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Aksi Penangkapan Ikan Sapu-Sapu Digencarkan di Kabupaten Bogor Penangkapan ikan sapu-sapu sekaligus penebaran bibit ikan lokal di Sungai Citatah.(Dok Humas Pemkab Bogor)

PADA Rabu (20/5), penangkapan ikan sapu-sapu dilakukan di Situ Citatah, di Kampung Ciri Mekar, Cibinong, Kabupaten Bogor. Seluruh pejabat teras Pemkab Bogor turun lapangan. 

Bupati Bogor Rudy Susmanto berbareng Wakil Bupati, Forkopimda, Muspika, serta masyarakat turun langsung ke Situ Citatah untuk melakukan tindakan penangkapan ikan sapu-sapu sekaligus membersihkan aliran sungai. 

Lebih dari 220 kilogram ikan sapu-sapu sukses ditangkap hanya dalam waktu sekitar satu jam lebih.

Saat itu juga dilakukan penebaran eco enzyme sebanyak 30 liter nan berfaedah membantu mempercepat penguraian zat-zat nan tidak baik di air sungai.  

Dalam pelaksanaannya, aktivitas ini melibatkan organisasi Eco Enzyme Nusantara Bogor. 

Sebar Ikan Lokal

Selain itu, juga dilakukan penebaran 5.000 bibit ikan lokal ke aliran sungai nan telah disiapkan oleh Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor guna menjaga keseimbangan ekosistem perairan.

Rudy Susmanto mengatakan, aktivitas tersebut bukan sekadar menangkap ikan invasif, tetapi menjadi stimulus dan penyemangat bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai serta lingkungan sekitar.

“Kita bersama-sama dengan Muspika, Pak Wakil Bupati, Forkopimda turun langsung menangkap ikan sapu-sapu di Kali Cidarian. Memang hari ini tidak bakal menuntaskan semuanya, tapi ini menjadi penyemangat agar masyarakat ikut menjaga sungai bersama-sama,” ungkap Bupati Rudy, melalui siaran persnya.

Ia menjelaskan, saat turun langsung ke lapangan, pemerintah wilayah juga menemukan tingginya sedimentasi dan banyaknya sampah nan menumpuk di aliran sungai. 

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tanggung jawab berbareng untuk dibersihkan dan dirawat secara berkelanjutan.

“Kita mau memastikan langsung kondisi di lapangan. Ternyata sedimentasinya cukup tinggi, sampah juga cukup banyak. Kalau sedimentasi bisa diatasi, maka potensi banjir tentunya bakal berkurang,” jelasnya.

Terkait penangkapan ikan sapu-sapu, Rudy menyebut ikan tersebut merupakan jenis invasif nan perlu dikendalikan lantaran dapat merusak ekosistem dasar sungai andaikan populasinya terus meningkat.

“Ikan sapu-sapu memang kudu dikontrol. Kalau membludak, dia bisa merusak ekosistem di dasar sungai,” tegasnya.

Rudy menambahkan, aktivitas ini merupakan rangkaian awal peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, dengan puncak aktivitas nan bakal dilaksanakan pada 5 Juni mendatang di wilayah hulu sungai, Telaga Warna dan Telaga Saat, dengan tema “Ngelokat Cai”.

Rencananya di Hari Lingkungan Hidup tanggal 5 Juni itu, bakal dilaksanakan beberapa aktivitas di wilayah hulu sungai seperti Telaga Warna dan Telaga Saat. 

"Kita juga bakal melepaskan indukan-indukan ikan lokal agar berkembang biak dari hulu hingga ke hilir, serta terus melakukan penghijauan dan normalisasi sungai di beberapa titik,” ungkapnya.

Turut datang dalam aktivitas tersebut Kepala BBWS Ciliwung Cisadane, beserta jejeran mengenai lainnya. (DD/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia