Konektivitas, kelengkapan fasilitas, dan kemudahan memenuhi kebutuhan sehari-hari semakin menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih hunian.(Dok. Paramont Land)
KONEKTIVITAS, kelengkapan fasilitas, dan kemudahan memenuhi kebutuhan sehari-hari semakin menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih kediaman di area kota satelit. Selain kreasi dan harga, akses menuju pusat aktivitas hingga kesiapan akomodasi dalam satu area turut menentukan keputusan membeli rumah untuk tempat tinggal jangka panjang.
Direktur Sales & Marketing Paramount Land Ferry John Sihombing mengatakan kepastian waktu serah terima menjadi bagian krusial dalam menjaga kepercayaan pembeli properti, mengingat rumah merupakan keputusan finansial dan investasi jangka panjang.
“Serah terima tepat waktu merupakan salah satu corak komitmen Paramount Gading Serpong kepada konsumen. Membeli kediaman dambaan adalah keputusan besar dan jangka panjang bagi setiap orang, sehingga kepastian waktu serah terima menjadi bagian krusial dari pengalaman dan kepercayaan konsumen,” kata Ferry, belum lama ini.

Kecenderungan tersebut terlihat dalam pengembangan area kediaman di Gading Serpong, Tangerang. Salah satunya Grand Pasadena Village di Pasadena Central District nan mulai memasuki tahap serah terima kepada konsumen pada September 2026.
Paramount Gading Serpong memulai proses serah terima sebanyak 83 unit Grand Pasadena Village. Selain menandai selesainya pembangunan hunian, proses tersebut memberikan kepastian kepada konsumen nan telah membeli unit di area tersebut.
Di luar kepastian pembangunan, aksesibilitas menjadi salah satu aspek nan diperhitungkan pembeli. Grand Pasadena Village berada di Pasadena Central District, area mixed-use seluas sekitar 40 hektare nan terkoneksi dengan jalan boulevard Gading Serpong ROW 45 menuju BSD serta mempunyai akses menuju jaringan jalan tol.
Kawasan tersebut dikembangkan dengan konsep “10 Minutes City”, ialah menempatkan beragam kebutuhan penunggu dalam jangkauan sekitar 10 menit. Fasilitas di sekitarnya mencakup pusat perbelanjaan, rumah sakit, sekolah, area kuliner, hingga area komersial.
Salah seorang pemilik unit, Inge, mengatakan letak dan kemudahan akses menjadi aspek krusial saat menentukan pilihan hunian.
“Grand Pasadena Village mempunyai letak nan sangat strategis dan terhubung dengan dua akses tol, nan sangat menunjang mobilitas saya saat bekerja,” ujarnya.
Selain akses, Inge mempertimbangkan desain, ukuran bangunan, serta kredibilitas developer lantaran rumah bakal digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus aset jangka panjang.
Pengembangan akomodasi di sekitar area juga terus berlangsung. Pasadena Central District telah mencakup sejumlah klaster kediaman serta area komersial seperti Grand Boulevard Aniva, Pasadena Square North, dan Pasadena Square South.
Pengembang juga menyiapkan akomodasi ritel berskala besar berupa hypermarket dan electronic megastore dengan area sekitar satu hektare. Sejumlah tenant makanan dan minuman direncanakan mulai beraksi di area tersebut pada tahun depan.
Ferry mengatakan pengembangan area komersial ditujukan untuk mendukung kebutuhan penunggu sekaligus membentuk aktivitas ekonomi di dalam kawasan.
Kombinasi antara konektivitas, akomodasi sehari-hari, area komersial, dan kepastian penyelesaian pembangunan menunjukkan bahwa persaingan proyek kediaman di kota satelit tidak lagi hanya bertumpu pada spesifikasi rumah. Kemudahan mobilitas dan kelengkapan ekosistem area semakin menjadi bagian dari pertimbangan konsumen ketika memilih tempat tinggal. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·