Akhirnya Terkuak, Ini Penyebab Erik ten Hag Ribut dengan Cristiano Ronaldo saat di Manchester United

Sedang Trending 53 menit yang lalu

Akhirnya Terkuak, Ini Penyebab Erik ten Hag Ribut dengan Cristiano Ronaldo saat di Manchester United

Momen Erik Ten Hag berbareng Cristiano Ronaldo di Manchester United. (Foto: SkySports)

MASA kepemimpinan Erik ten Hag di Manchester United nan berjalan sejak April 2022 hingga dipecat pada Oktober 2024 meninggalkan banyak cerita. Dari sederet dinamika nan terjadi di Old Trafford, perselisihannya dengan megabintang Cristiano Ronaldo menjadi salah satu topik paling menyita perhatian publik.

Ronaldo, nan saat itu menjalani periode keduanya di Old Trafford, mendapati hubungannya dengan sang pembimbing merenggang secara dramatis. Puncaknya terjadi ketika dia menolak masuk sebagai pemain pengganti saat melawan Tottenham Hotspur pada Oktober 2022, hingga berujung pada hukuman dicoret dari skuad saat menghadapi Chelsea.

Perselisihan tersebut bersambung ketika Ronaldo melakukan wawancara kontroversial berbareng Piers Morgan dan mengaku merasa dikhianati serta tidak menghormati Ten Hag. Ketegangan berulang mengenai tuntutan strategi pressing, menit bermain, dan otoritas tim akhirnya menyulut perpisahan Ronaldo nan memilih hengkang ke Al-Nassr pada akhir 2022.

1. Kedisiplinan Latihan

Setelah lama terdiam, Ten Hag pun akhirnya buka suara. Ten Hag mengungkapkan CR7 kerap mengundurkan diri dari sesi latihan, kandas mencapai degub jantung nan disyaratkan saat berlatih, serta tidak menyelesaikan porsi latihan lari nan diinstruksikan usai kekalahan 0-4 dari Brentford pada Agustus 2022.

Gaya Ronaldo Tirukan Erik ten Hag Gaya Ronaldo Tirukan Erik ten Hag

"Saya mengonfrontasinya mengenai perihal ini. Sering kali saya katakan, 'Ronnie, semua orang mau bekerja untuk membawamu ke posisi nan tepat, tetapi jika Anda sendiri tidak bisa berada di dalam kotak penalti, Anda tidak bisa mencetak gol',” kata Ten Hag, dikutip dari Sportbible, Selasa (20/10/2026).

Ten Hag menegaskan bahwa dugaan publik mengenai dirinya menuntut Ronaldo melakukan pressing tinggi hingga kelelahan adalah persepsi nan keliru.

"Dialah nan tidak bisa melakukannya. Dia tidak berlari, baik saat menguasai bola maupun tanpa bola. Alasannya adalah lantaran dia tidak mempersiapkan dirinya dengan baik," jelas eks pembimbing Ajax tersebut.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑