Jakarta, CNN Indonesia --
Misteri penculikan atlet golf putri, Jesslyn Wijaya Lay, terjawab sudah. Polisi menyatakan para pelaku nan menculik Jesslyn Wijaya adalah orang suruhan ibu korban sendiri.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengatakan para pelaku diminta untuk menculik Jesslyn saat saat menghadiri aktivitas ulang tahun neneknya di sebuah restoran di Jakarta Pusat.
"Ada orang-orang nan disuruh oleh ibunya, ibunya Jesslyn nan suruh," ujar Roby di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Roby mengatakan setelah Jesslyn sukses diculik, sang ibu langsung membawa anaknya terbang ke luar negeri menuju Bangkok, Thailand.
"Jesslyn kami dapat info dia mulai dari TKP, terus kemudian ke Semarang. Kemudian naik pesawat dari Bandara Ahmad Yani ke Malaysia, lanjut ke Bangkok. Itu berbareng dengan ibunya dan tantenya," ucap Roby.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, tindakan penculikan sengaja diperintah oleh ibunya lantaran tidak menyetujui hubungan Jesslyn dengan pacarnya.
"Kemungkinan adalah ketidaksetujuan dari orang tua Jesslyn terhadap Jesslyn nan melakukan komunikasi alias berasosiasi dengan pacar alias kawan-kawannya," kata Roby.
Saat ini pihak kepolisian tetap berupaya menjalin komunikasi langsung dengan Jesslyn. Hal ini krusial untuk memastikan apakah kepergiannya itu dilakukan atas kemauan sendiri alias betul-betul merupakan tindak pidana penculikan seperti nan dilaporkan awal.
"Ini tergantung dari gimana pengakuannya Jesslyn. Kalau memang rupanya dia tidak keberatan, kemudian ikut ke Semarang, kemudian sampai dengan Bangkok itu dengan kesadarannya sendiri dan tanpa paksaan, baik secara bentuk maupun psikologi, itu tidak ada perbuatan pidananya," ucap Roby.
Kronologi Kejadian
Sebelumnya, atlet golf putri berjulukan Jesslyn Wijaya Lay diculik saat sedang merayakan ulang tahun neneknya di area Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Kuasa norma keluarga, Andi Darti menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Senin (13/7) malam sekitar pukul 19.45 WIB di Restoran Saung Kita.
Sesaat sebelum aktivitas seremoni ulang tahun dimulai, korban secara tiba-tiba ditutup matanya dan langsung diangkat oleh dua laki-laki bertubuh besar menuju sebuah mobil berwarna hitam.
"Korban terdengar berteriak meminta pertolongan dan sempat berupaya keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (20/7).
Kendaraan tersebut selanjutnya meninggalkan lokasi. Menurut keterangan saksi, terdapat sekitar lima orang laki-laki di letak pada saat peristiwa berlangsung," imbuhnya.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan secara resmi kepada Polres Metro Jakarta Pusat dan teregister dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA.
Roby mengatakan pelapor berinisial NA, nan merupakan kawan J, telah mengusulkan pencabutan laporan secara tertulis pada Minggu (19/7). Meski demikian, polisi belum menghentikan proses penyelidikan.
(tim)
[Gambas:Video CNN]
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·