Dani Carvajal menerima penghormatan luar biasa dari fans dan pemain Real Madrid di laga kandang terakhirnya. (Real Madrid )
STADION Santiago Bernabéu menjadi saksi perpisahan emosional salah satu legenda terbesar Real Madrid, Dani Carvajal. Laga melawan Athletic Club menjadi penampilan pamungkas sang kapten di hadapan publik sendiri, menutup babak tak terlupakan dalam sejarah klub. Carvajal tercatat sebagai satu dari hanya lima pemain dalam sejarah sepak bola nan sukses memenangkan enam trofi European Cup (Liga Champions).
Sebelum pertandingan dimulai, sebuah spanduk raksasa dibentangkan di tribun selatan. Spanduk tersebut menampilkan gambar Carvajal berbareng Alfredo Di Stéfano saat meletakkan batu pertama Real Madrid City, disertai pesan mendalam. "Impian seorang anak, kemenangan seorang legenda. Terima kasih, Carvajal."
Momen haru memuncak pada menit ke-82 ketika Carvajal ditarik keluar untuk digantikan oleh Manu Serrano. Seluruh isi stadion berdiri memberikan standing ovation, sementara para pemain Real Madrid dan Athletic Club menghentikan laga sejenak untuk memberikan guard of honor (pagar penghormatan). Setelah sampai di bangku cadangan, Carvajal langsung memeluk hangat keluarganya.
Penghormatan bersambung setelah laga usai dengan penayangan video emosional di layar stadion. Carvajal kemudian melangkah ke tengah lapangan untuk menyampaikan pidato perpisahannya.
"Selamat malam, fans Madrid. Ini bukan momen nan mudah bagi saya untuk berbincang lantaran saya sangat terharu dengan perpisahan luar biasa nan kalian berikan. Pertama-tama, saya mau berterima kasih kepada presiden kita, Florentino Pérez. Dialah nan membawa saya kembali dari Jerman. Saya tumbuh bersamanya, dan kami telah memenangkan begitu banyak Liga Champions bersama, tetapi jika saya kudu memilih satu hal, itu adalah bahwa apalagi tidak sampai 24 jam setelah cedera dengkul serius di pinggir lapangan itu, dia tidak ragu untuk memperpanjang perjanjian saya. Jadi, terima kasih dari lubuk hati saya nan paling dalam," ucap Carvajal.
Carvajal juga memberikan apresiasi kepada rekan-rekan setimnya dan mengenang kembali masa-masa keemasan klub. Ia meminta para suporter memberikan tepuk tangan meriah untuk nama-nama besar seperti Casillas, Cristiano Ronaldo, Ramos, Ancelotti, hingga Zidane nan telah membawa Real Madrid ke puncak dunia.
Sambil menahan air mata, dia juga menyampaikan pesan emosional kepada orang tua, kerabat perempuan, serta istri dan anak-anaknya nan selalu menjadi pilar penyemangat saat dirinya melewati masa-masa susah akibat cedera.
Sebagai penutup, sang kapten menyampaikan rasa bangganya menjadi bagian dari Madridista.
"Beberapa pekerjaan pemain ditentukan oleh kesuksesan mereka, tetapi nan lain ditentukan oleh seberapa banyak orang nan tergerak oleh mereka. Saya hanya mau kalian mengingat saya besok dengan rasa bangga dan dengan kepastian bahwa saya telah memberikan segalanya untuk jersi ini. Kemarin, hari ini, dan selalu. Hala Madrid!" tegasnya.
Acara perpisahan tersebut diakhiri dengan momen kebersamaan di mana Carvajal digendong dan dilempar ke udara oleh rekan-rekan setimnya berbareng David Alaba. Carvajal kemudian melakukan foto berbareng family dan skuad, sebelum melakukan putaran penghormatan terakhir nan tak terlupakan di sekeliling lapangan Bernabéu. (Real Madrid/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·