AI Coding Makin Populer, Microsoft Siapkan Model AI untuk Tangkal Ancaman Siber

Sedang Trending 12 jam yang lalu
AI Coding Makin Populer, Microsoft Siapkan Model AI untuk Tangkal Ancaman Siber ilustrasi(Magnific)

PERKEMBANGAN kecerdasan buatan (AI) telah mempercepat pengembangan perangkat lunak. Sayangnya juga meningkatkan akibat munculnya celah keamanan, lantaran semakin banyak developer mengandalkan AI coding assistant untuk menulis dan memperbaiki kode. 

Para master keamanan siber memperingatkan tanpa perlindungan dan proses verifikasi nan memadai, penggunaan AI dapat memperbesar potensi kerentanan perangkat lunak. 

Menanggapi kondisi tersebut, Microsoft mengembangkan model AI unik untuk mendeteksi dan memperbaiki kerentanan keamanan. Langkah ini dilakukan untuk menghadapi ancaman serangan siber nan semakin meningkat dan mulai memanfaatkan teknologi AI.

AI Percepat Pengembangan, tetapi Risiko Ikut Meningkat

Penggunaan AI dalam pengembangan perangkat lunak semakin meluas. Pasalnya AI bisa membantu membikin kode, menemukan bug, dan mengotomatiskan beragam tugas pemrograman. 

Namun, AI juga dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk mencari celah keamanan dengan lebih cepat. 

Sebagai responnya, Microsoft memperkenalkan model keamanan siber MAI-Cyber-1-Flash dalam platform Project Perception nan dirancang untuk membantu analis mendeteksi, memprioritaskan, dan memperbaiki kerentanan perangkat lunak secara lebih efisien, sehingga organisasi dapat lebih siap menghadapi ancaman siber nan terus berkembang.

AI Coding Agent Ternyata Masih Menyimpan Celah

Di kembali manfaatnya, AI sebagai asisten pemrograman juga menyimpan akibat keamanan. 

Penelitian perusahaan keamanan siber Pillar menemukan sejumlah AI coding agent populer, seperti Cursor, Codex CLI, Gemini CLI, dan Antigravity, rentan terhadap serangan sandbox escape nan memungkinkan penyerang menjalankan perintah rawan di luar lingkungan eksekusi kondusif melalui manipulasi file proyek. 

Meski sebagian besar developer telah merilis pembaruan untuk menutup celah tersebut, Pillar menilai pendekatan keamanan konvensional belum memadai untuk menghadapi AI agent nan bisa memengaruhi sistem melalui serangkaian tindakan otomatis.

Mengapa Ancaman Ini Penting?

Semakin luasnya penggunaan AI dalam pemrograman membikin satu celah keamanan berpotensi tersebar ke banyak aplikasi jika kode nan dihasilkan tidak aman. 

Karena itu, para mahir menekankan bahwa AI kudu diperlakukan sebagai perangkat bantu, sementara setiap kode tetap wajib melalui audit, pengetesan keamanan, dan pemindaian kerentanan sebelum digunakan. 

Di tengah kondisi ini, industri keamanan siber memasuki babak baru ketika perusahaan teknologi memanfaatkan AI untuk memperkuat pertahanan, sementara pelaku kejahatan siber juga menggunakan teknologi nan sama untuk mencari dan mengeksploitasi kelemahan perangkat lunak. (Tech Radar/Axios/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia