AHY Sorot Kota Penyangga IKN Krisis Air Bersih, Beberkan Solusinya

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyiapkan sejumlah strategi untuk mengatasi persoalan air bersih di Indonesia. Pemerintah bakal mengembangkan sumber air alternatif, mulai dari desalinasi air laut hingga pemetaan potensi air tawar di bawah laut.

AHY mengatakan, kebutuhan air terus meningkat seiring pertumbuhan masyarakat dan aktivitas industri. Karena itu, pemerintah perlu mencari sumber pasokan baru agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

"Kami membahas gimana kita bisa menghadirkan beragam pengganti air nan bersih, untuk kebutuhan nan semakin besar dari waktu ke waktu, baik kebutuhan wilayah maupun secara nasional," kata AHY usai Rapat Koordinasi Swasembada Air Nasional di kantornya, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Salah satu langkah nan disiapkan adalah desalinasi alias pengolahan air laut menjadi air tawar. Strategi ini ditujukan terutama bagi pulau-pulau mini dan kota pesisir nan tidak mempunyai sumber air permukaan memadai.

"Mari kita mulai kembangkan desalinasi air laut. Ini khususnya untuk pulau-pulau mini dan kota pesisir nan tidak mempunyai sumber air permukaan nan memadai," ujarnya.

Selain desalinasi, pemerintah bakal mendorong pengolahan air payau di wilayah pesisir dengan tingkat salinitas rendah. Menurut AHY, metode ini memerlukan daya lebih ringan dibandingkan desalinasi air laut sehingga dapat diprioritaskan di Pantai Utara Jawa dan pesisir Kalimantan.

"Pengelolaan air payau ini ditujukan khususnya untuk wilayah pesisir dengan salinitas nan rendah. Kebutuhan energinya lebih ringan dibandingkan desalinasi air laut, sehingga bisa didahulukan, khususnya di Pantura Jawa dan pesisir Kalimantan," tutur dia.

AHY mencontohkan persoalan air bersih di Balikpapan, Kalimantan Timur, nan tetap dihadapi masyarakat meski kota tersebut menjadi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Di Balikpapan, kota besar nan semestinya modern dan menjadi penyangga Ibukota IKN di Kalimantan Timur itu, kesulitan air bersih. Dan mereka kudu bergantian warganya untuk mendapatkan air bersih," ungkapnya.

Pemerintah juga mulai memetakan potensi persediaan air tawar di bawah laut sebagai pengganti sumber air baru. Namun, pemanfaatannya tetap memerlukan survei pengetahuan bumi dan hidrografi sebelum masuk ke tahap studi kelayakan.

"Cadangan air tawar lepas pantai nan tetap pada tahap pemetaan, ini perlu survei pengetahuan bumi dan hidrografi berbareng sebelum kita masuk tahap feasibility study," kata AHY.

Melalui pengembangan sumber air pengganti tersebut, pemerintah berambisi dapat memperluas pilihan pasokan air bersih, terutama bagi wilayah nan mengalami keterbatasan sumber air.

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News
↑