Nah meskipun memang ada langkah untuk install Affinity di Linux nan sudah dibahas di Youtube Kepoin Tekno berikut, tapi ada berita lanjutan nan tidak kalah menarik guys, dimana Affinity, salah satu pengganti terkenal untuk Adobe Photoshop, Illustrator, dan InDesign, dipastikan sedang mengembangkan jenis resmi untuk Linux.
Yap, jadi kelak bukan dengan trik alias dengan support aplikasi pihak ketiga lagi guys, lantaran nantinya aplikasi Affinity bisa melangkah langsung di Linux. Nah berita tersebut dikonfirmasi langsung oleh Affinity melalui unggahan di X, dimana mereka menyebut bahwa jenis Linux saat ini sudah berada dalam tahap active development. Meski begitu, belum ada info mengenai tanggal rilis resminya.

Tiga Aplikasi Affinity Kini Jadi Satu
Nah kita tahu bahwa sebelumnya, Affinity mempunyai tiga aplikasi terpisah, yaitu:
- Affinity Designer, pengganti Adobe Illustrator untuk kreasi vektor.
- Affinity Photo, pengganti Adobe Photoshop untuk pengolahan gambar.
- Affinity Publisher, pengganti Adobe InDesign untuk kebutuhan layout dan publikasi.
Dan setelah Canva mengakuisisi Serif, perusahaan induk Affinity, pada tahun 2024, ketiga aplikasi tersebut kemudian digabungkan menjadi satu aplikasi imajinatif terpadu.
Dimana sekarang pengguna dapat mengakses beragam fitur melalui Studio, seperti Vector, Pixel, Layout, dan Sketch dalam satu jendela aplikasi dengan format file .af.
Menariknya, Canva juga membikin fitur utama aplikasi desktop dan iPad Affinity tersedia secara cuma-cuma untuk pengguna individu.
Selama Ini Pengguna Linux Harus Mengandalkan Wine
Nah sebelum jenis native resmi diumumkan, pengguna Linux sebenarnya sudah mempunyai beberapa langkah untuk menjalankan Affinity, dan sesuai nan sudah dibahas di Youtube Kepoin Tekno, salah satunya melalui Linux-Affinity-Installer, sebuah skrip Python nan membantu memasang Affinity jenis Windows menggunakan Wine.

Prosesnya mencakup instalasi Wine, konfigurasi Windows prefix, hingga penerapan perbaikan graphic, selain itu ada juga metode AppImage nan mengemas beragam kebutuhan aplikasi dalam satu file berukuran sekitar 2 GB alias lebih.
Namun, metode tersebut tetap mempunyai sejumlah masalah, meskipun melangkah cukup stabil, tapi ada beberapa pengguna nan melaporkan adanya hambatan login akun Canva, tampilan WebView2 nan tidak berfaedah dengan benar, screen tearing, hingga performa nan kurang responsif ketika memperbesar alias memperkecil proyek berukuran besar.
Dan tentu, pengganti lainnya adalah menjalankan Affinity melalui virtual machine Windows dengan GPU passthrough, tetapi pendekatan ini tentu memerlukan konfigurasi nan lebih rumit.
Linux Akhirnya Mendapatkan Aplikasi Kreatif Serius
Nah kehadiran Affinity jenis native Linux berpotensi menjadi berita besar bagi pengguna nan bekerja di bagian kreasi skematis dan ilustrasi, lantaran selama ini keterbatasan aplikasi imajinatif ahli sering menjadi salah satu argumen pengguna tetap mempertahankan Windows alias macOS, meskipun Linux menawarkan elastisitas nan menarik.
Jika pengembangannya melangkah lancar, pengguna Linux nantinya tidak perlu lagi berjuntai pada Wine, AppImage tidak resmi, alias virtual machine hanya untuk menjalankan Affinity.
Namun sayangnya, baik Canva maupun Affinity belum memberikan tanggal rilis ataupun perincian pengedaran Linux nan bakal didukung, dan untuk sekarang pengguna Linux tetap perlu bersabar.
Mantap bukan? ini sih jelas berita baik, apalagi jika Anda adalah pengguna Linux nan memang aktif menggunakan aplikasi dari Affinity.
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]
Post navigation
Previous Post
18 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·