Advokat Sulardi Duga Teror Bom Molotov Terkait Sengketa Lahan

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Advokat Sulardi menduga tindakan pelemparan bom molotov ke rumahnya berangkaian dengan sengketa lahan di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, nan sedang ditanganinya.

Dugaan itu muncul lantaran sebelumnya dia mengaku tidak pernah mengalami persoalan serupa.

"Kalau dugaan saya itu ada kaitan sengketa lahan itu di Kebon Jeruk. Saya lagi membantu masyarakat nan punya kewenangan kemudian haknya itu dikuasai orang lain," kata Sulardi saat dihubungi, Minggu (5/7/2026).

Sulardi menjelaskan sengketa itu berasal dari perselisihan kepemilikan lahan. Menurut dia, perkara tersebut telah diputus oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat dan telah berkekuatan norma tetap.

"Putusan sudah inkracht, kemudian kita mencoba untuk menguasai tanah milik pengguna saya berbareng teman-teman," ujarnya.

Sulardi mengatakan dugaan keterkaitan dengan perkara itu muncul lantaran belakangan situasi di letak sengketa mulai memanas.

Sebelum menangani perkara tersebut, dia mengaku tidak pernah menghadapi masalah serupa.

"Dugaannya seperti itu lantaran memang sebelumnya saya juga enggak pernah ada masalah. Saya kerja biasa-biasa aja, tapi belakangan ini mengenai dengan objek itu kok ada pihak sana pihak sini nan kemudian mengkondisikan situasi sehingga terjadilah seperti kemarin di rumah saya itu," tuturnya.

Meski menduga tindakan itu berangkaian dengan perkara nan ditanganinya, Sulardi berambisi semua pihak menghormati putusan pengadilan nan telah berkekuatan norma tetap. Ia juga membujuk pihak nan berbeda menyelesaikan persoalan melalui dialog.

"Harusnya kita bijak memandang kebenaran nan ada. Putusan sudah inkracht, kita hormati," katanya.

Sulardi menilai penyelesaian sengketa sebaiknya ditempuh tanpa intimidasi terhadap pihak nan mendampingi masyarakat dalam proses hukum.

"Ayo duduk berbareng gimana jalan keluarnya," tandas dia.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita
↑