
Pembalap Tim Scuderia Ferrari, Lewis Hamilton. (Foto: Instagram/lewishamilton)
PERDEBATAN mengenai mana nan lebih superior di atas aspal antara mobil Formula 1 (F1) dan motor MotoGP seolah tidak ada habisnya. Sebagai dua kasta tertinggi dalam bumi balap, keduanya menawarkan performa mesin nan berada di luar logika kendaraan biasa.
Meski sama-sama kencang, karakter kreasi dan teknologi membikin keduanya mempunyai kelebihan nan kontras di titik nan berbeda.
F1 dikenal sebagai jet darat dengan aerodinamika canggih nan bisa membelah angin, sementara MotoGP adalah monster roda dua nan mengandalkan rasio tenaga terhadap nan luar biasa. Lantas, di lintasan seperti apa mereka bisa saling mengalahkan?
1. Akselerasi Gila di Lintasan Lurus
Jika bicara soal percepatan dari posisi diam, persaingan keduanya sangat ketat. Untuk mencapai kecepatan 0-100 km/jam, baik mobil F1 maupun motor MotoGP sanggup mencatat waktu singkat sekitar 2,6 detik.
Namun, MotoGP mempunyai hambatan teknis unik, pembalap kudu berjuang ekstra keras menjaga roda depan agar tidak terangkat (wheelie) akibat tenaga mesin nan terlalu besar untuk berat motor nan ringan.
F1 GP Australia 2026. (Foto: Instagram/mercedesamgf1)
Memasuki rentang kecepatan 0-200 km/jam, MotoGP justru sering kali mengungguli F1. Hal ini disebabkan oleh berat motor nan hanya berkisar 156-157 kilogram namun mempunyai tenaga hingga 300 tenaga kuda.
Data di Sirkuit Americas (COTA) membuktikan bahwa kecepatan tertinggiMotoGP mencapai 339 km/jam, melampaui F1 nan mencatatkan 329 km/jam di lintasan nan sama. Motor MotoGP apalagi bisa meraung hingga 18.000 rpm, jauh lebih tinggi dibandingkan putaran mesin mobil F1.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·