Ganda campuran Indonesia Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil(X @INABadminton)
LANGKAH ganda campuran Indonesia, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, kudu terhenti di babak 16 besar turnamen BWF World Tour Super 1000 Polytron Indonesia Terbuka 2026. Meski memberikan perlawanan sengit, mereka kudu mengakui kelebihan pasangan nomor satu bumi asal Tiongkok, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping.
Bertanding di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Kamis (5/6/2026), Adnan/Indah menyerah melalui pertarungan ketat tiga gim. Kekalahan ini menjadi pelajaran berbobot bagi pasangan muda Indonesia tersebut, terutama dalam menjaga konsistensi di poin-poin kritis.
Evaluasi Kesalahan Sendiri
Seusai laga, Indah Cahya Sari Jamil mengungkapkan bahwa aspek utama kekalahan mereka adalah banyaknya kesalahan sendiri (unforced errors). Menurutnya, pada level turnamen Super 1000, kesalahan mini bisa berakibat fatal.
"Evaluasinya kami kudu mengurangi buang-buang bola nan harusnya tidak mati. Terlalu banyak bola nan semestinya masuk. Hal-hal mini itu sangat berpengaruh di level seperti ini," ujar Indah.
Adnan Maulana menambahkan bahwa mereka sempat menemukan ritme permainan saat tertinggal jauh di gim ketiga dengan bermain tanpa beban (nothing to lose). Namun, hambatan muncul saat perolehan poin mulai mendekat di fase akhir pertandingan.
"Sangat disayangkan, kami kurang bisa mengontrol pada saat sudah mepet poinnya di gim ketiga. Kami harusnya bisa sedikit lebih tenang ketika poinnya sudah dekat, seperti di poin 17-18 tadi," kata Adnan. (Ant/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·