Ada Temuan Raksasa, Produksi Minyak RI Bisa Nambah 150.000 Barel 2030

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membeberkan temuan minyak dan gas bumi baru di wilayah Kalimantan Timur. Temuan nan dikelola oleh perusahaan migas asal Italia, Eni, ditaksir bisa menambah produksi kondensat dalam negeri hingga 150.000 bph.

Bahlil menjelaskan bahwa persediaan gas nan ditemukan di blok tersebut mencapai 5 Trillion Cubic Feet (TCF) setelah sebelumnya tercatat sebesar 2 TCF. Ia menekankan bahwa percepatan pengembangan lapangan ini menjadi strategi pemerintah untuk mengejar sasaran lifting migas nasional nan lebih tinggi.

"Kita baru menemukan satu blok baru di Kalimantan Timur nan didapat oleh Eni. Itu 5 TCF. Sebelumnya ada 2 TCF," ujarnya dalam aktivitas Sinergi Alumni IPB Untuk Bangsa, dikutip Senin (4/5/2026).

Dalam info Kementerian ESDM, produksi tersebut didapatkan melalui produksi dari Blok Geliga, Kalimantan Timur. Proyek tersebut diproyeksikan bisa memproduksi kondensat 90.000 bph pada tahun 2028 dan meningkat pada tahun 2030 mencapai 150.000 bph.

Tidak hanya kondensat, produksi gas nan sebelumnya diproyeksikan mencapai 600-700 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), meningkat menjadi 2.000 MMSCFD pada 2028 mendatang. Berkembang pada tahun 2029 mencapai 3.000 MMSCFD.

"Kemudian dia bisa memproduksi kurang lebih sekitar 375 juta equivalent barel per day untuk kondensat. Jadi di 2028 untuk di blok ini kita bisa memproduksi 2.000 sampai 2.500 MM, 2029 kita targetkan 3.000 MM untuk gas," paparnya.

"Dan 2029-2030 kita bisa menambah sekitar 150.000 barel per day untuk kondensat. Ini memang ilmunya kadang-kadang pakai pengetahuan tiba saat tiba akal. Nggak bisa, ini pengetahuan lapangan," jelasnya.

Asal tahu saja, Sumur Geliga dibor hingga kedalaman sekitar 5.100 meter pada kedalaman air sekitar 2.000 meter. Penemuan ini memperpanjang catatan keberhasilan eksplorasi ENI di Cekungan Kutai, setelah sebelumnya menemukan persediaan besar di Geng North pada 2023 dan penemuan sumur Konta-1 pada 2025. Hasil penemuan ini menegaskan potensi signifikan sistem gas nan berada di cekungan tersebut serta stabilitas sumber daya di wilayah ini.

Penemuan Geliga ini terjadi setelah keputusan investasi akhir alias Final Investment Decision (FID) untuk sejumlah proyek gas, ialah Gendalo dan Gandang (South Hub), serta Geng North dan Gehem (North Hub).

Untuk pengembangannya, proyek North Hub bakal menggunakan akomodasi terapung (Floating Production Storage and Offloading/FPSO) baru. Kapasitasnya mencapai 1 miliar kaki kubik gas per hari (bscfd) dan 90.000 barel kondensat per hari (bpd). Selain itu, proyek ini juga bakal memanfaatkan akomodasi nan sudah ada, termasuk Kilang LNG Bontang.

Selain Sumur Geliga, Bahlil juga menyampaikan temuan sebelum sumur Geliga, ialah Sumur Gula, nan menghasilkan gas sekitar 2 TCF dan 75 juta barel kondensat. Dari kedua sumur tersebut, perkiraan awal kombinasi sumber daya Geliga dan Gula berpotensi menghasilkan tambahan produksi hingga 1.000 mmscfd gas dan 90.000 bpd kondensat.

Selain berakibat pada peningkatan persediaan migas nasional, temuan gas jumbo di Blok Ganal juga membuka kesempatan percepatan pengembangan prasarana gas terintegrasi. ENI saat ini tengah mengevaluasi skema pengembangan nan bersinergi dengan proyek North Hub serta akomodasi eksisting seperti Kilang LNG Bontang, guna mempercepat monetisasi temuan dan mengoptimalkan nilai tambah bagi negara.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News