Ada Perdagangan Bebas, RI Undang Perusahaan Nuklir-AI Kanada Investasi

Sedang Trending 48 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah membujuk beragam penanammodal untuk memanfaatkan kerja sama perdagangan bebas antara Indonesia dengan Kanada, ialah Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA).

Dalam aktivitas Canada-ASEAN Business Council (CABC) Executive Dialogue di sela-sela Canada Investment Summit, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia mempunyai pertumbuhan ekonomi nan tinggi, sehingga memberi kesempatan bagi penanammodal meningkatkan keahlian perusahaannya.

"Indonesia menawarkan pasar bagi penanammodal Kanada dan ASEAN nan tidak hanya besar, tetapi stabil dan disiplin dalam mengelola pertumbuhannya," ujar Airlangga dikutip dari siaran pers, Rabu (16/9/2026).

Menurut Airlangga CABC bisa memanfaatkan momentum menuju penerapan ICA-CEPA, nan sudah ditandatangani oleh kedua Menteri Perdagangan dan disaksikan oleh kedua Kepala Negara, di Ottawa pada 2025 lalu. ICA-CEPA menjadi perjanjian jual beli bilateral pertama Kanada dengan negara personil ASEAN, sekaligus kemitraan ekonomi komprehensif pertama Indonesia dengan area Amerika Utara.

Melalui perjanjian ini, Kanada bakal menghapus alias menurunkan tarif pada lebih dari 90 persen pos tarifnya untuk produk Indonesia, sementara Indonesia bakal melakukan perihal serupa untuk nyaris 86 persen pos tarif produk Kanada.

Perjanjian ICA-CEPA turut membuka kesempatan kerja sama pada sektor-sektor nan saling melengkapi kekuatan kedua negara, antara lain hilirisasi mineral kritis seperti nikel dan bahan baterai, daya bersih dan terbarukan, agri-pangan dan perikanan berkelanjutan, infrastruktur, serta jasa finansial dan digital.

Menko Airlangga mengundang para penanammodal dan pelaku upaya untuk menjajaki lebih jauh sektor-sektor tersebut, seraya menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia tengah aktif membangun kerangka kerja untuk mendukungnya. Saat ini, ICA-CEPA telah selesai diratifikasi oleh kedua negara dan tengah memasuki pembahasan pengaturan teknis lebih lanjut, termasuk mengenai rules of origin.

Lebih lanjut, Menko Airlangga menegaskan bahwa perbincangan berbareng pelaku upaya seperti ini menjadi krusial lantaran mereka nan bakal menjadi ujung tombak dalam mewujudkan faedah ICA-CEPA secara konkret begitu perjanjian ini bertindak efektif, sehingga kesiapan bumi upaya perlu dibangun sejak dini.

"Dialog hari ini penting, lantaran pada akhirnya para pelaku upaya seperti personil CABC-lah nan bakal mewujudkan ICA-CEPA. Saya mendorong forum ini menjadi arena pertukaran pendapat dua arah, dan juga berambisi bahwa masukan nan diperoleh hari ini dapat diterjemahkan menjadi tindak lanjut nan konkret," ucap Menko Airlangga.

Pada rangkaian aktivitas tersebut, Menko Airlangga juga turut menyampaikan sambutan pada CABC Reception berbareng Menteri Industri Kanada The Honourable Mélanie Joly, untuk membujuk lebih banyak investasi dari Kanada masuk ke Indonesia pada beragam sektor strategis, mulai dari mineral kritis, transisi energi, ketahanan pangan, dan AI.

Menko Airlangga juga melakukan pertemuan dengan CEO AtkinsRealis Ian L. Edwards, untuk membahas perkembangan kerja sama daya tenaga nuklir, serta dengan CEO Sun Life Kevin D. Strain, untuk memperkuat kerja sama Indonesia-Kanada di sektor keuangan.

Forum ini turut dihadiri oleh Menteri Perdagangan Internasional Kanada Maninder Sidhu, Menteri Keuangan II Brunei Darussalam Dato Dr. Amin Liew Abdullah, Presiden Canada-ASEAN Business Council (CABC) Wayne Farmer, serta para pemimpin upaya dan investasi dari area ASEAN dan Kanada.

Selain itu, dari Delegasi Indonesia nan turut mendampingi Menko Airlangga ialah antara lain Duta Besar RI untuk Kanada Muhsin Syihab, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi, serta Konsul Jenderal RI di Toronto Vevie Damayanti.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News