Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebabkan penutupan delapan airport di empat provinsi.(Dok. Sekretariat Kabinet)
SEBARAN abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan di empat provinsi hingga menyebabkan delapan bandara ditutup. BNPB sekarang mengerahkan operasi modifikasi cuaca dari sejumlah letak untuk mempercepat luruhnya abu dan memulihkan jalur penerbangan.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan aktivitas erupsi Anak Krakatau justru menunjukkan tren menurun. Berdasarkan komparasi dengan erupsi 2018, tingkat erupsi pada 2026 juga dinilai lebih rendah sehingga kemungkinan terjadinya erupsi lebih besar relatif kecil.
"Menurut kami BNPB per hari ini untuk kondisi erupsinya ini sudah menurun. Kami membandingkan kondisi 2026 ini dengan erupsi 2018 di mana di 2018 itu terjadi sama nyaris sama tetapi tingkat erupsinya lebih tinggi daripada 2026," kata Suharyanto dalam rapat terbatas penanganan musibah nan dipimpin Presiden Prabowo Subianto secara virtual, Senin (7/9).
Meski aktivitas gunung api menurun, abu vulkanik justru menyebar ke wilayah nan lebih luas. Sejak Minggu hingga Senin pagi, abu terpantau mencapai DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Sumatra Selatan.
Kondisi tersebut berakibat langsung terhadap penerbangan. Setidaknya delapan airport sempat ditutup, ialah Bandara Raden Inten II dan Taufiq Kiemas di Lampung, Soekarno-Hatta di Tangerang, Halim Perdanakusuma di Jakarta, Husein Sastranegara di Bandung, Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Budiarto di Tangerang, serta Atung Bungsu di Sumatra Selatan.
Namun, BNPB memastikan belum ada korban jiwa maupun kerusakan akibat sebaran abu tersebut. Tidak ada pula kabupaten nan menetapkan status kedaruratan sehingga pemerintah pusat belum perlu mengambil alih penanganan di daerah.
Suharyanto mengatakan akibat utama saat ini adalah terganggunya aktivitas masyarakat akibat abu vulkanik, terutama terhadap penerbangan. BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD di kabupaten/kota dan provinsi untuk memantau perkembangan sekaligus memastikan kesiapan logistik andaikan situasi memburuk.
Salah satu langkah nan ditempuh adalah operasi modifikasi cuaca alias OMC untuk mendatangkan hujan sehingga abu dapat lebih sigap luruh. Namun, upaya tersebut belum sukses pada hari pertama lantaran pesawat nan bakal digunakan tidak dapat terbang akibat kondisi cuaca dan tertutupnya sejumlah bandara.
BNPB kemudian menyiapkan tiga strategi untuk melanjutkan OMC. Tim di Pondok Cabe disiagakan untuk segera terbang andaikan kondisi airport memungkinkan. Selain itu, Bandara Kertajati nan telah kembali terbuka bakal digunakan sebagai titik operasi modifikasi cuaca.
Jika kondisi di Jawa kembali tidak memungkinkan, BNPB telah menggeser pesawat OMC dari Kalimantan. Pesawat tersebut sekarang berada di Semarang dan bakal digunakan untuk menyemai awan dari Bandara Ahmad Yani nan tetap dapat beroperasi.
"Dan nan ketiga andaikan di Jawa ini juga tetap tertutup kami sudah menggeser pesawat operasi modifikasi cuaca dari Kalimantan kemudian masuk dan sekarang sedang di Semarang," ujar Suharyanto.
Menurut dia, strategi tersebut diharapkan dapat membantu meluruhkan abu nan mengganggu penerbangan di empat provinsi.
Di sisi lain, BNPB tetap menyiapkan langkah antisipasi jika kondisi erupsi berubah. Pemantauan terus dilakukan melalui tim di lapangan, sementara perkembangan aktivitas gunung api juga bakal dijelaskan lebih lanjut oleh BMKG dan Badan Geologi.
Kondisi tersebut membikin penanganan abu vulkanik tidak hanya berfokus pada aktivitas Gunung Anak Krakatau, tetapi juga pada akibat ikutannya terhadap mobilitas masyarakat dan konektivitas udara.
BNPB memastikan pemantauan dan koordinasi terus dilakukan sembari menunggu kondisi cuaca memungkinkan operasi modifikasi cuaca melangkah maksimal. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·